JA Teline V - шаблон joomla Форекс

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Klungkung akan digelar serentak dengan Pilgub Bali 2018 mendatang. Untuk itu, sejumlah Partai Politik (Parpol) di Klungkung mulai mempersiapkan calonnya.

Banyak politisi di Bali terutama diluar PDI Perjuangan (PDIP) yang ngotot untuk membentuk koalisi bersama, dengan harapan muncul hanya dua pasang calon alias head to head. Mereka berpikir bahwa dengan head to head maka akan lebih mudah untuk mengalahkan calon yang diusung oleh PDIP yang notabene sebagai partai terbesar di Bali.

Dinamika internal Koalisi Rakyat Bali (KRB) semakin panas. Pasalnya, di saat masih otak-atik posisi antara Ketut Sudikerta dengan Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, muncul Paket baru. Paket tersebut yakni Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra-Made Mudarta (Dharma-Arta). 

Dengan masterplan dan quick win yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Badung meraih penghargaan smart city dari kementerian Komunikasi dan Informatika RI.

DENPASAR-fajarbali.com | Bali yang sampai saat ini diakui sebagai pulau yang damai dan mampu menjaga toleransi antar umat beragama, secara nasional maupun internasional tidaklah terlepas dari peran dan kontribusi umat Katolik.

Oknum anggota DPRD Badung I Made Wijaya alias Yonda kembali meradang. Setelah terlibat kasus reklamasi liar di pesisir barat Tanjung Benoa beberapa waktu lalu, Yonda kembali menjadi tersangka utama kasus pungli terhadap pengusaha watersport di Tanjung Benoa, Badung.

PT Sejahtera Indobali Trada (SIT),  kembali meluncurkan Suzuki New SX4 S-Cross dengan pembaruan pada fiturnya  serta menetapkan  posisi New SX4 S-Cross sebagai kendaraan crossover pilihan yang stylish, premium dan tangguh. 

Harapan pelaku wisata di Kecamatan Nusa Penida, Klungkung untuk menikmati keuntungan di akhir tahun pupus. Lantaran, sejak pertengahan Bulan November, tingkat hunian pondok wisata justru menurun.

Direktur Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK)  Bali, I Putu Armaya.SH, menyikapi rencana pemerintah terhadap kebijakan penyederhanaan golongan tarif pelanggan listrik. Menurut Armaya jangan sampai penyederhanaan tarif, justru menjadi instrumen terselubung untuk menaikkan tarif yang pada akhirnya sangat merugikan konsumen.

DENPASAR-fajarbali.com | “Bila perlu penyederhanaan golongan pelanggan listrik rumah tangga berimbas pada tarif yang lebih efisien. Bahkan tarif listrik semestinya bisa turun dengan aturan baru tersebut,” pintanya.

Armaya mengaku  belum mengetahui secara detail konsep penyederhanaan yang digagas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tersebut, namun menurutnya, penyederhanaan golongan tarif listrik harus berdampak pada besaran serta formulasi yang lebih efisien untuk semua golongan dan kategori.

"Yang penting, penyederhanaan bukan menjadi kedok untuk menaikkan tarif secara terselubung, kalau itu terjadi  konsumen bisa ramai-ramai melakukan gugatan kepada pemerintah,” katanya, sambil menambahkan, mestinya pemerintah wajib secara transparan memberikan informasi alasan pengambilan kebijakan ini.

“Sepertinya pemerintah (PLN) hendak melakukan efisiensi pengelolaan listrik dengan penyederhanaan ini. Masalahnya kalau in-efisiensi selama ini terjadi bukan karena "kesalahan" konsumen; maka tidak fair kalau kebijakan ini nantinya akan membebani konsumen,” jelasnya.

Meski ada jaminan untuk yang subsidi tetap, katanya Armaya, dampaknya pasti akan dirasakan konsumen pengguna 900VA nonsubsidi dan konsumen lainnya, karena sepertinya akan "dipaksa" untuk menaikkan daya listrik ke 1300 VA atau 4400 VA. (dj)

Puluhan siswa Sekolah Dasar (SD) se-Kota Denpasar, terlihat terampil mengolah berbagai warna, kemudian mengaplikasikannya pada kain katun. Jari-jari lentik mereka lihai bereksperimen mengolah berbagai warna menjadi motif tie dye (celup/jumputan).

Sebagai satu-satunya perguruan tinggi seni di Bali, Istitut Seni Indonesia (ISI) Denpasar melalui Lembaga Penelitian Pengabdian Kepada Masyarakat dan Pengembangan Pendidikan (LP2MPP) secara konsisten melakukan rekonstruksi (membangkitkan kembali) seni-seni yang pernah hidup di masa lalu.

DENPASAR-fajarbali.com | Kepala SMAN 1 (Smansa) Denpasar Drs. I Nyoman Purnajaya, M.Pd., (59) menghembuskan nafas terakhir di RSUP Sarjito, Yogyakarta, Selasa (7/10) dini hari kemarin. Purnajaya dilarikan ke RS dari hotel tempatnya menginap setelah mengeluh sakit pada bagian dada, Senin (6/11) dini hari.

Kepala sekolah berprestasi nasional ini bertolak ke Yogyakarta pada Sabtu (5/11) bersama rombongan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), untuk mengikuti kegiatan selama tiga hari. Jenazahnya langsung diberangkatkan ke Bali menggunakan pesawat udara, sore kemarin, selanjutnya dititipkan di ruang jenazah RSUP Sanglah, Denpasar, hingga kremasi berlangsung, Selasa 14 November 2017.

Kadek Astini Purnajaya, anak ke-dua almarhum menceritakan, baik dirinya mau pun anggota keluarga yang lain, tidak merasakan firasat apa pun. Sebaliknya, almarhum juga tidak menunjukkan gelagat aneh beberapa hari menjelang ajalnya. “Bapak sehat-sehat aja. Nggak ada riwayat sakit, apalagi gangguan jantung,” tuturnya menyeka air mata, di rumah duka Jalan Trengguli, Denpasar, Selasa (7/11/2017).

Astini mengaku pihak keluarga sudah mengikhlaskan kepergian ayahanda, kendati menyisakan duka mendalam. Pria asal Desa Jelijih Punggang, Kecamatan Pupuan, Tabanan itu, di mata keluarganya merupakan sosok pemimpin ideal yang selalu menjadi contoh yang baik, bijaksana dan memiliki intelektualitas tinggi. “Kami kehilangan panutan. Mohon doanya ya,” Astini mengimbuh. Almarhum meniggalkan seorang istri, empat putra-putri dan beberapa orang cucu.

Terakhir, almarhum mem-posting status di akun facebook miliknya @Nyoman Purnajaya, pada 10 Oktober 2017. Ia menambahkan foto dirinya sedang duduk di tepi pantai bersama sang istri saat senja dengan latar matahari terbenam. “Di DEKAT UJUNG WAKTU. Tak terasa tiba-tiba sudah senja. Biarlah kami tatap matahari itu, yang masih menyisakan sedikit waktu,” tulis Purnajaya. Warga internet (Nitizen) menganggap status tersebut sebagai firasat. (gde)

Jelang Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XX yang akan berlangsung di Papua pada tahun 2020, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bali telah menyiapkan diri, untuk mempertahankan prestasi yang telah dicapai. Yakni, di posisi enam besar. 

Muyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Bali yang akan berlangsung di Buleleng pada 16 Desember 2018 mendatang, adalah hal yang sangat penting untuk menentukan masa depan KONI Bali.

Manajer Cani Putra FC Abiansemal I Kadek Ariawan menerima kekalahan timnya usai dilibas 4-3 atas Buduk FC dalam laga terakhir grup F Bupati Badung Cup II 2017.

Lomba Baleganjur tingkat SMP, SMA dan kelompok umum se-Bali digelar Pemerintah Kabupaten Badung serangkaian Festival Seni Budaya (FSB) Kabupaten Badung ke-11 tahun 2017 yang dipusatkan di Jaba Sisi Pura Lingga Bhuwana, Puspem Badung.

Alunan merdu seruling yang dimainkan Gus Teja memukau penonton yang hadir dalam Festival Seni Budaya Kasih Alam Semesta (The Nature Loving Festival of The Art) yang diadakan International Nature Loving Assosiation (INLA) Bali di gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Minggu malam (12/11/2017).

DENPASAR-Fajar Bali | Komunitas seni musik Bali, Gajah Etnik Musik Bali memeriahkan Parade Musik Sesi I dalam Gelar Seni Akhir Pekan (GSAP) Bali Mandara Nawanatya II – 2017, Sabtu (21/10), di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya, Denpasar Bali. Dimana dalam kesempatan tersebut, juga dirangkai dengan pre-launching album perdana mereka bertajuk ‘Saraswati’.

Gajah Etnik Musik Bali menampilkan beberapa lagu, diantarannya Melodi Doa, Ibu Pertiwi, Saraswati dan Bali Harmoni. “Lagu Bali Harmoni ini mengajak kita semua untuk menjaga alam ini atau semesta ini seperti  mencintai ibu sendiri,” tutur Kordinator grup musik Gajah Etnik, Gung Surya di atas pentas.

Bagi grup musik Gajah Etnik musik adalah tawa canda mereka. “Sedih dan bahagia berbagi dalam satu nada mewakili rasa. Dan, musik memenuhi relung jiwa. Musik pun menceritakan waktu dan harapan,” tutur Gung Surya.

Penampilan Gajah Etnik mampu menghibur penonton. Apalagi dengan memasukkan gerak tari pada lagu Saraswati ataupun musikalisasi puisi dan dolanan anak-anak pada beberapa lagunya. Tak heran canda tawa dan kelucuan anak-anak mampu membuat penonton terpingkal-pingkal.

Selain penampilan Gajah Etnik Musik Bali, juga tampil Gamelan Pesel. “Gamelan pesel ini, merupakan ide kreatif sebagai sebuah garapan,” apresiasi pengamat seni, Dr. I Nyoman Astita, MA. Apresiasi ini diberikan Astita usai menonton pertunjukkan.

Ide kreatif itu, menurut Astita terlihat dengan upaya penggabungan gamelan selonding dan semar pegulingan. “Cuma dari suara gamelannya saya merasa kesan semar pegulingannya menjadi kurang karena larasnya rendah, kurang nyaring. Tetapi  kalau selonding kena,” komentar Astita.

Tidak hanya itu, dalam pengamatan Astita dari ke enam nomer yang ditampilkan, untuk nomer satu sampai lima (Ayuning, Kerulut, Muda Langen, Jangkep dan Cakup Lima – red) terkesan lebih ke gending-gending perurung atau peraras-arasan. Jadi untuk jenis-jenis gending-gending pengecet lebih dominan dari satu sampai lima.

“Saya lihat dalam mengolah ini kurang kaya dalam artian  saya membayangkan dengan karyanya Lotring. Jadi permainan  atau penonjolan diksman itu kurang. Jadi kesannya lagu satu sampai lima itu sama. Judulnya dibuat berbeda tetapi lagunya terkesan mirip-mirip begitu,” ulas Astita.

Menurut Astita, dengan garapan seperti itu, bagi dirinya dapat saja menerima adanya perbedaan sedikit. Tetapi kalau orang awam menangkapnya, kesannya hampir sama.

Menanggapi ulasan Astita, menurut komposer keenam lagu gamelan pesel yang dipentaskan, I Wayan Arik Wirawan mengatakan, soal nadanya yang terkesan sama itu tak lepas karena ia yang menciptakan ke enam gending tersebut. Gamelan ini ada selonding dan ada semar pegulingan.

Arik Wirawan juga mengakui kalau bunyi gamelannya lebih banyak sesuai dengan nada kesukaannya. “Ini kan saya yang menciptakan, maka nadanya sama. Kalau beda penggarap maka beda juga hasilnya. Memang tanggapan pak Astita itu ada benarnya. Cuma kalau lebih detail lagi,  dari kelima gending itu hanya sedikit sama, tetapi motif dan struktur tentunya perpindahan nada itu beda-beda,” papar Arik Wirawan. (alt)

Menyusui Merupakan proses fisiologis untuk memberikan nutrisi kepada bayi secara optimal. Tidak ada hal yang lebih bernilai dalam kehidupan seorang anak selain memperoleh nutrisi yang berkualitas sejak awal kehidupannya. Air susu Ibu merupakan nutrisi ideal untuk menunjang kesehatan, pertumbuhan, dan perkembangan bayi Secara optimal.

Berbagai kajian dalam 2 dekade terakhir makin memperlihatkan bahwa ASI adalah nutrisi terbaik dan terlengkap. Nilai nutrisi ASI lebih besar dibandingkan susu formula, karena mengandung lemak, karbohidrat, protein, dan air dalam jumlah yang tepat untuk pencernaan, perkembangan otak, dan pertumbuhan bayi. Kandungan nutrisinya yang unik menyebabkan ASI memiliki keunggulan yang tidak dapat ditiru oleh susu formula apapun. Susu sapi mengandung jenis protein berbeda yang mungkin baik untuk anak sapi, tetapi bayi manusia sulit mencernanya. Bayi yang mendapat susu formula mungkin saja lebih gemuk dibandingkan bayi yang mendapat ASI, tetapi belum tentu lebih sehat. Demikian pula, jenis asam lemak yang terdapat di dalam ASI mempunyai pengaruh terhadap perkembangan otak yang menyebakan kemampuan melihat dan fungsi kognitif bayi berkembang lebih awal.

Bayi dianjurkan untuk disusui Secara eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan dan pemberian ASI dilanjutkan dengan makanan pendamping ASI, idealnya selama 2 tahun pertama kehidupan. Perlindungan terhadap infeksi paling besar terjadi selama beberapa bulan pertama kehidupan pada bayi yang mendapat ASI Secara eksklusif. Lebih lama bayi mendapatkan ASI akan memberikan efek proteksi yang lebih kuat. Pada 6 bulan pertama, air, jus, dan makanan lain Secara umum tidak dibutuhkan oleh bayi. Makanan padat dapat diperkenalkan saat bayi berusia 6 bulan, untuk melengkapi nutrisi ASI.

Dua puluh empat jam setelah ibu melahirkan adalah saat yang sangat penting untuk keberhasilan menyusui selanjutnya. Pada jam-jam pertama setelah melahirkan di keluarkan hormone oksitosin yang bertanggung jawab terhadap produksi ASI. Ibu yang menjalani bedah caecar mungkin belum mengeluarkan ASI nya dalam 24 jam pertama setelah melahirkan, kadangkala perlu waktu hingga 48 jam. Walaupun demikian, bayi tetap dianjurkan untuk di lekatkan pada payudara ibu untuk membantu merangsang produksi AS. Secara keseluruhan proses menyusui melibatkan 4 faktor, yaitu (1) bayi, (2) payudara, (3) Air susu ibu, dan (4) otak ibu. 

dr. Ida Bagus Wiadnyana S.Ked

JANTUNG berdebar atau palpitasi adalah sensasi yang dirasakan saat jantung berdentum dengan kuat, cepat, atau tidak beraturan. Sensasi ini juga dapat dirasakan di area tenggorokan dan leher. Kondisi ini merupakan kondisi yang tergolong umum dan biasanya berlangsung selama beberapa detik atau beberapa menit. Namun palpitasi yang terlalu sering, semakin memburuk, dan disertai gejala tertentu seperti sesak dan pusing, patut diwaspadai. Kondisi ini dapat menjadi pertanda adanya gangguan pada jantung.

 Jantung bekerja memompa darah dari seluruh tubuh dan mengangkut kembali darah yang telah mengandung oksigen ke seluruh tubuh. Di dalam jantung, darah akan mengalir melewati empat ruangan di dalam jantung, yaitu serambi (atrium) kanan, bilik kanan, serambi kiri, dan bilik kiri. Detak jantung normal biasanya sekitar 70 ketukan per menit (beat per minute atau bpm) dan detak jantung normal orang dewasa berkisar antara 40-100 bpm.

 Penyebab dan faktor-faktor yang meningkatkan risiko mengalami jantung berdebar-debar antara lain; serangan kepanikan/kecemasan, latihan fisik yang berat, kafein, nikotin, misalnya yang berasal dari rokok, demam, perubahan hormon yang diasosiasikan dengan kehamilan, menstruasi, atau menopause, mengonsumsi minuman yang mengandung alcohol, obat-obatan tertentu yang mengandung stimulan, misalnya obat pilek dan batuk yang mengandung pseudoephedrine, obat asma (seperti salbutamol dan terbutalin), maupun narkoba (amfetamin, ekstasi, kokain, dan ganja).

 Berbagai penyakit juga dapat menimbulkan gejala jantung berdebar, yaitu, Hipertiroid, Penderita tekanan darah tinggi (hipertensi) atau gangguan jantung lainnya yang memicu terjadinya fibrilasi atrium (AF)suatu jenis gangguan irama jantung, beberapa kondisi aritmia (gangguan irama jantung). Sebagian kondisi aritmia diasosiasikan dengan penderita serangan jantung atau adanya jaringan parut pada otot jantung akibat serangan jantung yang dialami sebelumnya.

 Jantung berdebar-debar dapat dirasakan sebagai detak jantung yang kuat dan cepat.  Denyutan tersebut juga bisa terasa tidak beraturan. Selain di dada, dapat pula terasa di tenggorokan dan leher. Jantung berdebar-debar juga dapat dirasakan baik dalam keadaan istirahat maupun beraktivitas, serta baik dalam keadaan duduk, berbaring, maupun berdiri.

 Diagnosis dari penyebab jantung berdebar bisa dilakukan dengan beberapa pemeriksaan. Tes darah bisa dilakukan untuk membantu mengetahui penyebab jantung berdebar. Dari tes darah, dapat diketahui apakah ada anemia dan hipertiroid. Pada sebagian kasus, pasien dengan jantung berdebar-debar membutuhkan tes tambahan yang umumnya dilakukan dengan perjanjian bersama seorang kardiologis. Walau sebagian besar kasus palpitasi tidak disebabkan oleh gangguan pada jantung, namun tes-tes ini dapat membantu dokter memastikan diagnosis untuk menentukan jenis penanganan yang tepat.Salah satu pemeriksaan penunjang yang juga biasa dilakukan adalah elektrokardiografi (EKG) maupun ekokardiogram yang dilakukan untuk memindai jantung menggunakan gelombang ultrasound.

 Palpitasi atau jantung berdebar-debar dapat dicegah dengan menghindari faktor-faktor pemicu, seperti kafein, nikotin, stres, dan obat-obatan tertentu termasuk kokain dan amfetamin (narkoba). Mulailah membiasakan tubuh dan pikiran untuk lebih tenang dengan melatih pernapasan atau melakukan teknik relaksasi, seperti yoga dan meditasi. Memulai gaya hidup yang sehat dapat menjadi langkah pencegahan yang baik, tidak hanya untuk mengobati palpitasi saja, namun untuk menjaga kesehatan jantung dan tubuh secara umum. 

dr. Komang Surya Bhuana R

Hujan deras yang disertai petir membuat mala petaka bagi Kadek Sudiadnyana (13) warga Banjar Dinas Batuampar, Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Buleleng. Remaja yang masih duduk di bangku SMP ini tersambar petir saat sedang asyik memancing ikan cumi-cumi bersama temannya, Gede Sudi di pinggir pantai Desa Pejarakan.

Ratusan liter arak Bali dan puluhan botol mirs tanpa izin berhasil diamankan dalam operasi Cipta Kondisi (Cipkon) Sat Narkoba Mapolres Buleleng.

Lantaran berlubang dan jebol, jalan di Kelurahan Sangkaragung dipasangi tanda bahaya dengan menggunakan batang pohon pisang dan ranting tanaman,Kamis (16/11/2017). Jebolnya, jalan utama di kelurahan itu, sudah sering dikeluhkan warga setempat, karena sangat membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor.

Mengenang jasa-jasa para pahlawan yang telah melahirkan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Kabupaten Gianyar memberikan bingkisan kepada keluarga pahlawan dan sarasehan tentang nilai-nilai kepahlawanan dalam rangka peringatan hari pahlawan yang ke-73 dan Puputan Margarana ke-72 di Balai Budaya Gianyar, Kamis (16/11/2017).

Kondisi Puskesmas Banjarangkan II yang berlokasi di Dusun Banda, Desa Takmung sempat menjadi sorotan dalam sidang paripurna di DPRD Klungkung. Puskesmas tersebut dinilai tak representatif dan fasilitas belum memadai. Oleh karena itu, pada tahun 2018 mendatang, Pemerintah Kabupaten Klungkung berlahan-lahan akan merelokasi puskesmas tersebut

Sebanyak 28.735 warga Gianyar sampai pertengahan November ini belum melakukan perekaman E-KTP. Padahal Disdukcapil Gianyar sendiri sudah memberikan pelayanan kepada warga agar melakukan perekaman di kantor camat masing-masing.