JA Teline V - шаблон joomla Форекс

DENPASAR-fajarbali.com | Bali yang sampai saat ini diakui sebagai pulau yang damai dan mampu menjaga toleransi antar umat beragama, secara nasional maupun internasional tidaklah terlepas dari peran dan kontribusi umat Katolik.

Oknum anggota DPRD Badung I Made Wijaya alias Yonda kembali meradang. Setelah terlibat kasus reklamasi liar di pesisir barat Tanjung Benoa beberapa waktu lalu, Yonda kembali menjadi tersangka utama kasus pungli terhadap pengusaha watersport di Tanjung Benoa, Badung.

Ratusan personel dari Dit Sabhara, Dit Reskrimum, Dit Reskrimsus, Dit Resnarkoba, Dit Intelkam, Sat Brimob, K9, Bid Dokkes, Bid Humas dan Bid TI Polda Bali dilibatkan dalam Operasi Sikat Agung-2017. Dihari terakhir, seluruh personel menggelar razia di dua tempat hiburan malam atau diskotik yang ada di daerah Denpasar, Rabu (15/11/2017) malam.

Menjelang dua hari ditangkapnya Jro Gede Komang Swastika alias Mang Jangol, tim gabungan Polda Bali dan Polresta Denpasar berhasil menangkap kakak kandungnya, I Wayan Sunada alias Wayan Kembar, di Desa Kediri Kecamatan Singojuruh Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (15/11/2017) dini hari. Sama halnya dengan Mang Jangol, Wayan Kembar ditangkap tanpa perlawanan.

Dengan masterplan dan quick win yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Badung meraih penghargaan smart city dari kementerian Komunikasi dan Informatika RI.

Tim Evaluasi Akuntabilitas Kinerja dan Reformasi Birokrasi, dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN RB) RI memberikan apresiasi atas kemajuan dan perkembangan sistem akuntabilitas kinerja di Kabupaten Badung.

Sungguh sial nasib biker ojek online satu ini, bagaimana tidak dirinya hendak memperkosa korban justru petaka yang didapat. Hal itu bermula ketika seorang korban, mahasiswi asal Turki berinisial NB hendak diperkosa oleh biker ojek online berinisial ELB namun justru lidah pelaku putus digigit korban.

MANGUPURA-fajarbali.com | Desa penyangga di kawasan bandara yakni Desa Adat Tuban tidak menginginkan adanya reklamasi terkait rencana pelebaran apron Bandara I Gusti Ngurah Rai yang masih digodok oleh pihak bandara. Keinginan tersebut disampaikan langsung oleh Bendesa Adat Tuban, Wayan Mendra. Pihaknya pun tetap meminta pengelola bandara lebih mengedepankan sistem tiang pancang dalam melakukan perluasan bandara.

Wayan Mendra, Senin (13/11/2017) mengatakan, pihaknya selaku bendesa sesuai aspirasi masyarakat Tuban mengaku setuju dengan adanya perluasan bandara. Namun, bukan dengan cara mereklamasi pantai. “Kami secara bulat menolak jika ada kajian menggunakan sistem reklamasi dalam perluasan bandara. Lebih baik menggunakan tiang pancang sehingga tidak merusak ekosistem di laut tersebut. Dan agar tidak terjadi abarasi,” ujarnya.

Mendra menjelaskan, pihaknya merupakan salah satu saksi  dampak dari reklamasi perluasan bandara di tahun 1960. Dampaknya ungkapnya, sudah terlihat dengan terjadinya abrasi besar-besaran di kawasan Pantai Jerman, Banjar Segara, Kuta. "Jadi kami meminta kajian untuk perluasan bandara Internasional I Ngusti Ngurah Rai dengan menggunakan tiang pancang seperti jalan tol Bali Mandara,” terangnya. 

Pihaknya juga meminta tempat Melasti untuk masyarakat Tuban, agar tidak dijadikan lahan perluasan bandara, karena merupakan satu paket kawasan Desa Adat yang dulunya sempat ditukar guling lahannya dengan lahan bandara. “Kami minta pihak bandara tidak melakukan reklamasi hingga ke tempat masyarakat kami Melasti. Karena daerah itu juga sebagai penambatan jukung dari kelompok nelayan Segara Mertha, Tuban," tegasnya.

Jika lihak pengelola Bandara tetap melakukan opsi reklamasi, pihaknya mengatakan, tidak bisa berbuat apa-apa asalkan sudah kebijakan pusat dan memenuhi kaidah aturan yang berlaku. Namun, pihaknya sebagai pemimpin krama adat kembali meminta agar perluasan bandara tidak menggunakan sistem reklamasi. “Masak Bandara yang di Utara Bali bisa menggunakan konsep bandara terapung, tapi di Bandara Ngurah Rai hanya perluasan apron saja harus melakukan reklamasi, hal ini perlu dikaji lagi,” pintanya.(put)