AFC dan Concacaf Kritik Rencana FIFA Pisahkan Bisnis Komersial
FajarBali.co.id Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dan Concacaf mengecam rencana FIFA yang memisahkan bisnis komersialnya ke dalam entitas baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE), tanpa konsultasi terlebih dahulu dengan anggota.
Kedua konfederasi mengaku tidak pernah diajak berdiskusi sebelum FIFA mengumumkan proposal yang dianggap sebagai perubahan besar dalam tata kelola dan finansial sepak bola dunia, dilansir dari Bola.
AFC menyatakan kecewa karena rencana tersebut diumumkan kepada publik tanpa memberi kesempatan bagi konfederasi untuk menilai proposal melalui saluran tata kelola yang sah.
"Kami baru mengetahui masalah ini melalui laporan media dan selanjutnya melalui siaran pers. Kami sangat prihatin dengan kurangnya proses yang semestinya," ujar pihak Concacaf.
Presiden AFC Shaikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa dan Presiden Concacaf Victor Montagliani, yang juga Wakil Presiden FIFA, disebut tidak mengetahui rencana pemisahan bisnis komersial ini, meskipun keduanya dikenal sebagai pendukung Presiden FIFA Gianni Infantino.
FIFA menjelaskan bahwa administrasi organisasi tengah mengkaji penyatuan seluruh hak komersial FIFA, termasuk hak siar, sponsor, penjualan tiket, dan lisensi, dengan penyelenggaraan turnamen melalui pembentukan FFE.
"Sesuai dengan mandatnya, administrasi FIFA sedang menjajaki konsep menyatukan hak komersial FIFA yang meliputi penyiaran, sponsor, penjualan tiket, dan perizinan, dengan penyelenggaraan operasional turnamen FIFA melalui pembentukan FIFA Forward Enterprise," tulis pernyataan FIFA.
AFC mempertanyakan proses di balik proposal ini dan menekankan bahwa perubahan sebesar itu harus berdasarkan prinsip tata kelola yang baik, transparansi, dan konsultasi menyeluruh dengan seluruh pemangku kepentingan.
"AFC memahami pentingnya mencari pendekatan baru untuk memperkuat masa depan sepak bola dunia. Namun, inisiatif sebesar ini harus didasarkan pada prinsip tata kelola yang baik, transparansi, dan konsultasi yang bermakna," ujar AFC.
AFC menambahkan bahwa proposal yang dapat mengubah bisnis sepak bola dunia seharusnya dibahas secara mendalam bersama konfederasi, asosiasi anggota, dan pihak terkait sebelum diajukan untuk persetujuan.
Concacaf menyatakan kekecewaan karena rincian proposal telah dipublikasikan sebelum dibahas dengan badan tata kelola dan pemangku kepentingan terkait.
"Kami berbagi kekecewaan dengan banyak pihak di kawasan kami dan komunitas sepak bola karena rincian proposal ini sudah dipublikasikan sebelum dibahas dengan badan tata kelola maupun para pemangku kepentingan yang relevan," kata Concacaf.
AFC meminta FIFA memberikan informasi lengkap dan waktu yang cukup agar pihak terkait dapat mengevaluasi proposal dari sisi tata kelola, hukum, komersial, dan dampak strategis.
FIFA menetapkan batas waktu hingga 19 September bagi federasi anggota untuk menyetujui rencana tersebut. Federasi yang menyetujui akan menerima tambahan dana hibah 12 juta dolar AS, sementara yang menolak tetap mendapat pendanaan seperti biasa.
Ultimatum ini kontroversial karena diberikan sebelum proposal resmi diajukan ke Dewan FIFA dan Kongres FIFA, yang merupakan forum keputusan mayoritas asosiasi anggota.