JA Teline V - шаблон joomla Форекс

BULELENG
Typography
SINGARAJA-fajarbali.com | Nekat sekali yang dilakukan oleh seorang ibu bernama Ketut Sumandri (64) asal Banjar Dinas Gambuh, Desa Selat, Kecamatan Sukasada, Minggu (18/4/2021) sekitar pukul 07.00 wita diketahui meninggal dunia akibat ‘ulah pati’ dengan cara gantung diri di sebuah jendela dengan menggunakan kain kamben yang sering digunakan korban.

Menurut informasi yang sempat dikumpulkan menyebutkan, korban yang menderita sakit asma dan sakit asam urat yang tidak kunjung sembuh membuat korban di duga nekat melakukan aksi gantung diri.

"Adik saya itu sering sekali mengeluhkan kalau sakitnya itu tidak kunjung sembuh dan bahkan yang bersangkutan sering mengatakan kalau dirinya tidak ingin hidup lagi,”tutur Putu Sutama (66) yang juga kakak korban yang tinggal tidak jauh dari rumah korban.

Bermula anak korban Putu Suryawan (44) masuk ke dalam kamar korban karena korban diketahui belum bangun. Hendak membangunkan korban, saksi masuk kamar namun saksi sangat terkejut lantaran melihat ibunya telah ditemukan terbujur kaku tergantung di jaro jendela yang terbuat dari besi dengan menggunakan kain kamben warna coklat dengan ketinggian kurang lebih 1,5 meter.

Baca juga :
Bahas Awal RPJMD-SB Badung, Dewan Sarankan Diversifikasi Pendapatan
Selamatkan Nelayan, Berencana Bangun Dermaga


"Saat itu saya melihat ibu saya yang biasanya terbangun pagi sekitar pukul 06.00 wita belum bangun hingga pukul 07.00 wita. Melihat hal itu saya datang ke kamarnya hendak mambangunkan namun kami melihat sudah tergantung di jendela,”tuturnya dengan menetaskan air mata.

Adapun ciri-ciri korban saat ditemukan tergantung yakni menggunakan baju tangan pendek warna coklat muda.

Dari hasil pemeriksaan tim medis di tubuh korban tidak mengeluarkan air mani dari kemaluan, kaki dalam keadaan tertekuk, korban mengalami memar melingkar pada leher depan akibat jeratan aktif dari kain, memar pada bawah lutut kanan akibat benturan, tidak di ketemukan tanda - tanda kekerasan serta korban meninggal diperkirakan pukul 03.00 WITA dini hari.

Kasubag Humas Mapolres Buleleng Iptu Sumarjaya saat dikonfirmasi kemarin siang membenarkan dengan adanya kasus kematian yang dilakukan oleh korban lantaran mengalami depresi akibat penyakit yang dideritanya tidak kunjung sembuh.

"Dari keterangan keluarga korban korban kerap mengeluhkan sakit yang dideritanya dan ingin mengakhiri hidupnya,”tuturnya.

Dari penanganan yang dilakukan jajaran kepolisian, lanjut Sumarjaya pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi pada tubuh korban dan bahkan pihak keluarga mengiklaskan kematian korban.

"Dari penaganan yang dilakukan kita sudah meminta pihak keluarga agar jenazah korban dilakukan otopsi dalam kelengkapan melakukan penyelidikan namun pihak keluarga menolak dan mengakui mengikhlaskan kepergian yang bersangkutan. Pihak keluarga juga telah membuat pernyataan namun dalam kasus tersebut tetap dilakukan penyelidikan bila nantinya dikemudian hari ditemukan hal-hal yang tidak wajar,”tutup Sumarjaya sembari mengatakan kalau jenazah korban kini telah disemayamkan di rumah duka. (ags)