JA Teline V - шаблон joomla Форекс

Buleleng Diterjang Longsor, Satu Rumah Warga Rusak Parah

BULELENG
Typography

SINGARAJA-fajarbali.com | Hujan deras yang terjadi, Senin (16/4/2018) sekira pukul 16.00 wita yang terjadi di Dusun Kangin, Desa Kedis, Kecamatan Busungbiu membuat rumah warga yang hancur akibat diterjang longsor.

Pantauan di lapangan, rumah yang rusak milik Jro Made Dana akibat longsor senderan milik Ketut Bila sepanjang 11 meter dengan ketinggian 8 meter jebol membuat rumah Dana hancur diterjang longsor.

Menurut Camat Busungbiu Made Supartawan saat dikonfirmasi di lokasi kejadian mengatakan rumah warga mengalami kerusakan akibat longsor senderan dengan panjang senderan 11 meter dengan ketinggian 8 meter yang terjadi namun pihaknya masih terus melakukan pendataan jumlah material yang diakibatkan longsor tersebut.

”Longsor terjadi tadi sore sekira pukul 16.00 wita saat hujan deras yang melanda. Tim kami masih melakukan pendataan berapa jumlah kerugian warga akibat terjangan longsor kami masih hitung dan kondisi dilapangan juga masih dalam keadaan hujan,” jelas Supartawan.

Diduga longsor diakibatkan karena hujan deras yang mana senderan tersebut tidak bisa menampung air hujan sehingga mengalami longsor dan menghantam rumah warga.

”Longsornya senderan itu diakibatkan karena hujan deras kemudian senderan tidak bisa menampung air hujan sehingga terjadi longsor,”pungkasnya. Dikonfirmasi apakah peristiwa tersebut memakan korban jiwa, Supartawan mengatakan dalam peristiwa longsor yang terjadi sore hari ini tidak ada korban jiwa.

”Kalau korban jiwa tidak ada hanya material saja karena beberapa bangunan seperti rumah dan yang lainnya mengalami kerusakan,”jelas Supartawani.

Hingga kini aku Supartawan pihaknya sudah melakukan koordinasi terhadap pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng.

”Kami sudah melakukan koordinasi dengan pihak BPBD Kabupaten Buleleng dalam musibah yang terjadi,” tuturnya lagi. Mengenai jumlah kerugian yang dialami dalam peristiwa tanah longsor pihaknya juga masih melakukan penghitungan kerugian yang dialami.

”Masalah kerugian kami masih hitung nanti kita kabari lebih lanjut,”tutupnya. Hingga berita ini ditulis masyarakat yang ada di lokasi kejadian masih melakukan gotong royong pembersihan senderan jembol. W - 008