JA Teline V - шаблон joomla Форекс

BULELENG
Typography

SINGARAJA-fajarbali.com | Serangan nyamuk Aides Aegepty yang terjadi di Kabupaten Buleleng saat musim penghujan di tahun ini membuat peningkatan terhadap para penderita sakit demam berdarah (DB).

Kecamatan Sukasada ‘diserang’ demam berdarah lantaran mendominasi paling besar masyarakat yang terjangkit demam berdarah (DB). Informasi yang sempat dikumpulkan, Kamis (7/2/2019) untuk di Kabupaten Buleleng tercatat sebanyak 77 penderita Demam Bedarah Dengue (DBD).

Kadis Kesehatan Buleleng, dr. I Gusti Nyoman Mahapramana di ruang kerjanya siang menjerlaskan penderita sebanyak itu didominasi oleh Kecamatan Sukasada khususnya di Desa Panji Anom, disususl Kecamatan Buleleng dan kecamaran lainnya. Dari penderita DBD sebanyak itu mereka hanya dinyatakan suspect dan bersyukur tidak ada yang dinyatakan positif.

”Untuk di musim penghujan kali ini dimana Kecamatan Sukasada paling banyak yang menjadi korban akibat gigitan nyamuk Aides Aegepty kemudian disusul beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Buleleng. Syukur penderita DBD kali ini tidak dinyatakan positif dimana para penderita itu dinyatakan suspect saja,” jelasnya.

Mahapramana menuturkan Buleleng merupakan daerah yang secara tetap terdapat jentik-jentik nyamuk atau endemis sehingga dibutuhkan gerakan untuk mengatasinya melalui gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk, PSN serta gerakan menguras, mengubur, menutup (3M) semua barang yang tergenang air.

Sejauh ini fogging hanya dilakukan untuk nyamuk dewasa. Sementara untuk jentik nyamuk diperlukan partisipasi masyarakat menjaga lingkungan masing-maisng, sebab dari telur nyamuk hingga menjadi jentik dibutuhkan waktu hanya sepuluh hari. Satu ejor nyamuk bisa bertelur hingga jutaan. ”Disini kita sangat memerlukan partisifasi masyarakat dalam memberantas sarang nyamuk yang ada. Baik dengan jalan menjaga lingkungan, menguras tempat air dengan teratur serta mengubur beberapa barang yang bisa tergenang air hujan sehingga nyamuk tidak bisa bertelor atau berkembangbiak,” tambahnya. (ags)