JA Teline V - шаблон joomla Форекс

BULELENG
Typography

SINGARAJA-fajarbali.com | Kedatangan Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 02 Sandiaga Salahudin Uno ke Kabupaten Buleleng untuk menggelar kampanye yang di pusatkan di Lapangan Buana Patra Singaraja, Selasa (9/4) pagi ‘disambut’ hujan angin lebat.

Meskipun hujan lebat yang mengguyur Kota Denbukit itu tidak membuat Sandiaga mengurungkan niatnya untuk berkampanye. Sandiaga terpaksa berhujan-hujanan melakukan orasi di tengah kerimunan massa pendukungnya yang diperkirakan 5000 pendukung dan simpatisannya Prabowo-Sandi. Dalam pelaksanaan orasi yang dilakukan Cawapres Sandiaga hanya kurang lebih 15 menit hal itu diakibatkan hujan lebat yang tiba-tiba mengguyur kabupaten nyegara gunung tersebut dihadapan para pendukung yang membawa bendera partai pendukung pasangan Prabowo – Sandi.

Sebelum kedatangan calon orang nomor dua di negeri ini para pendukung dan simpatisan Prabowo-Sandi sempat dihangatkan oleh Ketua Badan Pemenangan Daerah (BPD) Prabowo Sandi di Buleleng Jro Nyoman Ray Yusha yang juga merupakan Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Buleleng dengan penyampaian beberapa yel-yel pendukung Prabowo-Sandi.

Setelah para pendukung dihangatkan begitu Sandiaga memasuki lapangan sebagai lokasi tempat kampanye tiba-tiba hujan lebat yang disertai dengan angin kencang mulai menerjang Buleleng sehingga beberapa fasilitas kampanye seperti mic dipanggung utama mengalami konslet sehingga dalam melakukan orasi hanya dilakukan beberapa menit saja.

Hanya dengan waktu singkat Sandi menyapa para pendukungnya kemudian langsung masuk kedalam mobil lantaran hujan lebat.”Selamat pagi semua. Meskipun hujan lebat yang terjadi saat ini saya tidak ingin pendukung saya kecewa. Jangan takut dengan hujan, ini merupakan berkah kita,”jelas Sandiaga dalam orasi politiknya.

Bukan hanya itu, Sandiaga juga sempat mengingatkan kepada seluruh masyarakat dan para pendukungnya untuk hadir tanggal 17 April 2019 nanti datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk memilih para calon presiden dan wakil presiden.”Ingat, tanggal 17 April 2019 nanti ajak keluarga, sahabat dan semuanya datang ke TPS untuk memilih Presiden nomor urut 02. Kami mohon dukungan dan doanya sehingga kita bisa berkarya membangun bangsa ini dengan baik. Saya datang ke Buleleng Bali untuk damai,” cetus Sandiaga.

Setelah menyampaikan orasinya, hujan secara tiba-tiba mengguyur Buleleng sehingga dengan terpaksa Sandiaga harus mengakhiri orasinya dan masuk ke dalam mobil serta para pendukung membubarkan diri. Sementara itu Ketua Badan Pemenangan Daerah (BPD) Prabowo Sandi Buleleng, Jro Nyoman Ray Yusha mengklaim masa yang hadir di acara kampanye terbuka itu mencapai 5.000 orang.

Dalam kampanye itu Ray Yusha menyebut mendengungkan damai Indonesia dari Buleleng yang terdiri dari beragam suku.”Seluruh pendukung yang hadir sebanyak 5000 orang,” katanya.

Ray Yusha mengaku kalau turunnya hujan disaat pelaksanaan kampanye itu merupakan berkah dari Tuhan. ”Hujan tidak masalah. Kami tetap kampanye, bapak Sandi tetap menemui pendukungnya karena kami yakin hujan ini merupakan berkah dari Tuhan,” kata Ray Yusha.

Bukan hanya itu, Ray Yusha juga mengatakan kalau target perolehan suara dalam pelaksanaan Pilpres 17 April 2019 mendatang dirinya yakin perolehan suara mencapai 55 persen. ”Kalau target perolehan suara kami di Buleleng tidak ingin banyak cukup 55 persen saja kita sudah menang,” yakinnya.

Dari pantauan datangnya Cawapres Sandiaga ke Buleleng banyak juga disambut para pendukung Caperes dan Cawapres nomor urut satu Jokowidodo. Bahkan para simpatisan Jokowi itu menyambut Sandi dengan membawa spanduk yang bertuliskan ‘Kami tetap Jokowidodo’. Bahkan anehnya lagi para pendukung Jokowidodo itu sempat melakukan foto bersama dengan Sandiaga dan Sandiaga juga sempat mengacungkan telunjung tangan kanannya yang menandakan memberikan dukungan nomor urut satu. (ags)