JA Teline V - шаблон joomla Форекс

BULELENG
Typography

SINGARAJA-fajarbali.com | Sungguh malang yang dialami oleh Putu Cakra (76) warga masyarakat yang tinggal di Jalan Wibisana, nomor 77, Lingkungan Kali Baru, Kelurahan Banjar Jawa, Kecamatan/Kabupaten Buleleng, Rabu (8/5/2019) sekira pukul 10.00 wita rumah miliknya jadi hangus terbakar.

Menurut informasi yang sempat dikumpulkan di lokasi kejadian dimana saat peristiwa terbakarnya rumah Cakra saat itu rumah miliknya dalam keadaan kosong lantaran saat itu, Cakra bersama dengan istrinya Jro Padma (72) sedang ngayah ke Pura Tirta Campuhan Ahung yang tak jauh dari rumahnya.

”Saat itu saya sedang ngayah di pura kemudian saya medapatkan informasi kalau rumah saya terbakar,” kata Jro Padma saat dikonfirmasi kemarin siang. Menurut Padma terbakarnya rumah miliknya juga membuat beberapa barang berharga miliknya ikut menjadi arang diantaranya TV sebanyak tiga ubit, tempat tidur, pakaian, sepeda gayung, enam unit tabung LPG dan satu buah motor ikut hangus diamuk si jago merah. ”Semuanya sudah habis, dari pakaian, tempat tidur hingga sepeda motor yang lenyap akibat terbakar,” jelasnya dengan air mata yang membasahi pipinya.

Bahkan Padma mengaku dirinya tidak mampu menyelamatkan barang miliknya. Ibu yang dikaruniai tujuh orang anak ini mendapati api sudah menjilat seluruh bagian rumahnya.Sebelum meninggalkan rumah, saya sudah mengecek kompor. Semua dalam keadaan mati. Saya juga tidak ada menyalakan dupa. Kemungkinan korsleting listrik,”kata Jero Padma lirih. Sementara tetangga korban, Gede Wantah (61) menuturkan, saat kebakaran terjadi, dirinya tengah duduk-duduk di depan rumah. Tiba-tiba ia dikejutkan dengan munculnya kepulan asap tebal, yang berasal dari atap rumah korban.

Saat itu juga, Gede Wantah berteriak minta tolong kepada warga, untuk membantunya melakukan pemadaman. Hanya dalam hitungan 10 menit, sebut Gede Wantah, kepulan asap berubah menjadi api. Ia dibantu warga berusaha melakukan pemadaman dengan alat seadanya, namun api tak dapat dijinakkan dan kian membesar. Bahkan Gede Wantah mengaku mendengar adanya bunyi ledakan dari gas LPG sebanyaj lima kali. ”Saya langsung ngambil selang. Banyak warga juga yang membantu. Saat itu saya juga sangat panik, takut apinya menjalar ke rumah,” katanya.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Gede Sugiartha menyebutkan, api baru dapat dipadamkan selang satu jam kemudian, dengan mengarahkan tiga unit mobil damkar. Terkait penyebab kebakaran juga belum dapat dipastikan. Hingga saat ini petugas kepolisian masih berupaya melakukan penyelidikan.

”Setelah kami mendapatkan informasi bahwa ada kejadian kebakaran kami langsung mengerahkan sebanyak tiga mibil pemadam untuk menjinakkan api dengan menghabiskan sebanyak empat tengki air api yang membakar rumah korban baru bias dipadamkan. Mengenaik penyebab kebakaran masih dilakukan penyelidikan oleh jajaran kepolisian,” jelasnya. (ags)