JA Teline V - шаблон joomla Форекс

Puluhan  Kayu Ilegal Diamankan

JEMBRANA
Typography

NEGARA-fajarbali.com | Kasus ilegal loging kembali terjadi di Kabupaten Jembrana. Penebangan liar dan perambahan hutan, masih kerap terjadi.

Terbukti sebanyak 77 kayu ilegal jenis sonokeling yang diangkut truk No Pol DK 9327 PH diamankan jajaran Reskrim Polres Jembrana, di wilayah kawasan hutan produksi terbatas blok Sumbersari Desa Melaya Kecamatan Melaya, Rabu (10/10/2018) pagi.

Truk mengangkut puluhan kayu, dikemudikan I Putu Pujiawan (32) Lingkungan Pemedilan Kelurahan Dauhwaru Kecamatan Jembrana. Di kantor polisi, pengemudi truk tersebut mengaku mengangkut kayu-kayu tanpa dokumen dari hutan Sumbersari hendak menuju Banyuwangi  Jawa Timur. 

Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yusak A Sooai seizin Kapolres Jembrana AKBP Budi. P Saragih,Senin (15/10/2018) mengatakan diamankannya puluhan kayu tanpa dokumen jenis sonokeling tersebut, berawal dari informasi masyarakat bahwa ada satu unit truk dalam keadaan kosong memasuki kawasan hutan produksi terbatas blok Sumbersari Desa Melaya.

Berdasarkan itu, selanjutnya dilakukan pemantauan dan  ada truk yang keluar dari hutan dengan penuh muatan kayu, Rabu (10/10) sekitar pukul 05.00 wita. Selanjutnya jajaran Reskrim Polres Jembrana melakukan pencegatan,  pemeriksaan  dan mengamankan sebanyak 77 kayu ilegal. Pengemudi truk bersama truk yang didugakan untuk mengangkut kayu ilegal tersebut juga diamankan di Polres Jembrana.  “Puluhan kayu jenis sonokeling tersebut, tanpa dilengkapi Surat Keterangan Sah Hasil Hutan, diangkut dengan tujuan mengirim ke Banyuwangi,” ujarnya.

Dari keterangan pengemudi truk bahwa sebelumnya dia sempat melintas di wilayah Sumbersari Melaya, hendak ke Surabaya mencari muatan. Namun di tengah perjalanan, dihentikan oleh seorang laki-laki yang tak dikenal dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat warna hitam. Sayang nomor polisinya tidak sempat terpantau. Dia diminta untuk mengangkut puluhan kayu hingga menuju Banyuwangi, dengan dijanjikan diberikan upah angkut senilai Rp 1,5 juta.

Sampai ditujuan, pengemudi truk tersebut membuka bak belakang truk dan tak melihat apa-apa, lantaran di sekitarnya sangat gelap, namun terlihat ada empat laki-laki termasuk seorang lelaki yang menyetopnya di pertengahan jalan. Pujiawan mengaku kepada polisi, saat itu sempat tertidur di dalam truk. Selesai kayu-kayu ilegal itu dinaikan ke bak truk, langsung melaju menuju Banyuwangi. Tetapi ketika hendak melintasi jalan besar, dihentikan oleh petugas kepolisian.

Polisi berhasil mengamankan 77 kayu jenis sonokeling dengan berbagai macam bentuk dan ukuran, satu unit light truk merk mistsubishi DK 9327 PH. Perbuatan itu pelaku dijerat pasal 12 huruf e (orang perseorangan yang dengan sengaja mengangkut, menguasai atau memiliki hasil hutan kayu yang tidak dilengkapi secara bersama surat keterangan sahnya hasil hutan) UU 18 Tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan dengan pidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama lima tahun serta pidana denda paling sedikit Rp 500 juta dan paling banyak Rp 2,5 miliar. Selanjutnya kasus ini dilakukan pengembangan dan hasilnya ditemukan 92 batang kayu sonokeling berbagai ukuran  di kawasan hutan Sumbersari Desa Melaya. (prm)