JA Teline V - шаблон joomla Форекс

JEMBRANA
Typography

NEGARA-fajarbali.com | Pengerjaan proyek revitalisasi Pasar Melaya di Kecamatan Melaya, tampak terkesan lambat, lantaran sudah sejak dua minggu ini tidak ada aktifitas kerja. Pantauan Kamis (15/11/2018) beberapa peralatan seperti molen dan lainnya, terlihat tak terpakai dan juga bahan material lainnya tidak ada.

Proyek revitalisasi pasar tersebut senilai Rp 671.879.997,51 yang dikerjakan oleh CV Dua Serangkai Jaya. Sesuai kontrak terlihat mulai tanggal 15 Juli 2018 dengan batas waktu 120 hari kerja. Tetapi tampaknya, proyek ratusan juta itu ternyata baru 69 persen pengerjaannya dan juga belum pasang keramik maupun atapnya.

Keterlambatan pengerjaan ini, tentu membuat para pedagang mengeluh bahkan ada menilai kalau proyek ini diduga mangkrak. Wayan Suenda salah seorang pedagang setempat mengaku proyek ini sudah tak bekerja selama dua minggu. Dia mengaku tak tahu apa kendala, padahal keramiknya belum terpasang dan lainnya. “Selain keramik, atapnya juga belum terpasang dan lagi bahan atapnya tak ada. Keramiknya ada, tapi yang masang tidak ada,” ujarnya. 

Para pedagang kini masih bertahan berjualan di tenda, setelah relokasi selama proyek ini berlangsung. Hal yang sama juga disampaikan para juru parkir. Bu Kadek salah seorang pedagang lainnya juga mengeluhkan hal yang sama. Dia berharap proyek pasar ini cepat selesai, karena sekarang ini tendanya bocor ketika turun hujan. “Kami berharap, pemerintah tegas dan rekanan jangan main-main dalam bekerja,” ujarnya.

Pimpinan CV Dua Serangkai Jaya, Lantik  Wijaya mengakui pengerjaanya terlambat, lantaran pihaknya baru dapat mengambil uang muka dan belum menarik termin. “Kami akan selesaikan segera,” ujarnya.

Terkait itu, Kadis Koperindag Jembrana, I Made Gede Budhiarta dikonfirmasi Kamis sore kemarin dikonfirmasi mengatakan sesuai dengan kontrak revitalisasi Pasar Melaya II tahun 2018 dikerjakan CV Dua Serangkai Jaya, mulai pekerjaanya 7 Juli 2018 hingga maksimal penyelesaian tanggal 15 Desember 2018. Pihaknya mengakui pengerjaan proyek ini lambat, hingga 4 November 2018 baru mencapai 50,397 persen.

Pihaknya mengikuti mekanisme dan telah mengeluarkan teguran pada pelaksana proyek. Namun dalam langkah penyelesaian menambah tenaga kerja, alat dan pendukung pekerjaan. Pihak rekanan katanya   telah dipanggil, akan siap dan sanggup menyelesaikan proyek ini sesuai dengan ketentuan dan batas waktunya. (prm)