JA Teline V - шаблон joomla Форекс

JEMBRANA
Typography

NEGARA-fajarbali.com | Ratusan ibu-ibu terdiri dari Gabungan Organisasi Wanita (GOW), TP. Penggerak PKK Kabupaten dan kecamatan se Kabupaten Jembrana mengikuti sosialisasi terkait Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di  Gedung Kesenian Ir Soekarno, Senin (25/3/2019).

Sosialisasi yang dibuka oleh Asisten II Setda Kabupaten Jembrana, IGN. Sumber Wijaya itu, selain dihadiri Wakil Ketua TP Penggerak PKK Kabupaten Jembrana, Ny. Setya Warini Kembang Hartawan, juga dihadiri dari Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Dra. Imiarti J. MH serta Komisi VIII DRP RI Dra. IG. Agung Putri Astrid K, M.A.

Kepala Dinas PPPA-PPKB dalam laporannya yang disampaikan Sekretaris Dinas, Ni Luh Ketut Suwitri mengatakan, sosialisasi dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada anggota GOW dan PKK atas perlindungan hak perempuan dari kekerasan dalam rumah tangga, serta untuk meminimalisir terjadinya kekerasan dalam rumah tangga.

“Beragam  kasus yang menimpa perempuan dan anak termasuk kasus-kasus perceraian yang terjadi akibat dari kurangnya pemahaman masyarakat, padahal disisi lain perempuan memegang peran penting dalam roda pembangunan serta mampu berkiprah nyata,” ujarnya.

Suwitri mengatakan sosialisasi diikuti sebanyak 200 peserta dengan menghadirkan 2 orang narasumber, “Sosialisasi ini akan berlangsung sehari dengan dua ratus peserta yang berasal dari Gabungan Organisasi Wanita (GOW), TP. Penggerak PKK Kabupaten dan TP. PKK Kecamatan se Kabupaten Jembrana dengan narasumber yakni, DRA. Imiarti J. MH dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak RI serta Komisi VIII DPR RI, Dra. IG. Agung Putri Astrid K. M.A,” jelasnya.

Sementara Bupati I Putu Artha dalam sambutannya yang dibacakan Asisten II Seta Kabupaten Jembrana, IGN. Sumberwijaya meminta agar kaum perempuan  selalu kritis melihat isu-isu yang sedang berkembang dalam masyarakat serta memberikan kontribusi aktif dalam penyelesaian secara antisipatif, “Organisasi Wanita ini perlu melangkah untuk menanggulangi masalah secara nasional yang mutlak harus diselesaikan,” ujarnya. Dalam sambutannya juga disampaikan, terjadinya KDRT juga bisa disebabkan karena masalah ekonomi. 

“Kekerasan pada perempuan dan anak termasuk kasus-kasus seksual terhadap anak dibawah umur, penyalahgunaan narkoba dikalangan anak-anak, remaja serta nikah dini, salah satu penyebabnya adalah masalah ekonomi. Untuk itu tidak ada alasan mulai saat ini untuk kita bersama-sama memerangi kekerasan terhadap perempuan dan anak, perdagangan manusia serta kesenjangan akses ekonomi pada perempuan,” terangnya. (prm)