JA Teline V - шаблон joomla Форекс

JEMBRANA
Typography

NEGARA-fajarbali.com | Pelaksanaan pemungutan suara pada pemilu tahun 2019 tinggal hitungan hari. Di Jembrana pada pemilu ini diikuti 13 partai politik (Parpol).

Untuk caleg DPR RI dapil Bali sebanyak 123 orang, DPD 23 calon, DPRD Provinsi dapil Jembrana 41 caleg dan tingkat DPRD Kabupaten Jembrana sebanyak 333 caleg.

Selanjutnya jumlah pemilih berdasar DPTHP-3 sebanyak  235.284 pemilih. Jumlah laki-laki sebanyak 116.209 pemilih dan perempuan sebanyak 119.075 pemilih. Sedangkan Jumlah TPS sebanyak 876 TPS dan tenaga PAM  pemilu serentak 2019 di Jembrana dari unsur Linmas, Polri dan TNI.

Bupati Jembrana I Putu Artha, ditemui Jumat ( 12/4), di Kecamatan Melaya  berharap, sebagai sebuah pesta, pemilu haruslah dimaknai dengan penuh kegembiraan. Bergembira karena telah berhasil menjalankan tugas moral, yakni menjalankan perintah konstitusi untuk melakukan pemilihan umum, secara langsung, umum, bebas, rahasia serta jujur dan adil.

Baik pemilihan anggota wakil rakyat (DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/kota dan anggota DPD RI) serta memilih kembali pimpinan nasional berupa pasangan Presiden dan Wakil presiden untuk waktu lima tahun kedepan. “ Jadi pemilu itu merupakan agenda rutin lima tahunan, yang harus kita selenggarakan, sesuai dengan konstitusi yang mengaturnya,” terang Artha.

Artha juga memberikan apresiasi positif , kinerja KPU dan Bawaslu , penyelenggara dan partai politik sebagai peserta pemilu dikarenakan  jika dilihat  dari tahapan demi tahapan pemilu di jembrana, semuanya dapat berjalan dengan baik dan lancar, tanpa ada kendala yang berarti. Kendati ditemukan dinamika, semua masih dalam batas kewajaran dan dapat terselesaikan dengan baik. Demikian juga dengan partai politik sebagai peserta pemilu,  Artha melihat semuanya sudah dapat berprilaku dengan dewasa, sesuai dengan aturan yang ada dan telah disepakati bersama-sama oleh partai politik sendiri sebagai peserta pemilu, sesuai dengan aturan yang ada.

Khusus kepada insan pers, Bupati Artha juga  mengajak seluruh jajaran pers yang bertugas di Jembrana untuk senantiasa menjaga agar pelaksanaan pemilu dengan pemungutan suaranya berjalan dengan aman, penuh kedamaian serta bergembira. Artha juga mengatakan sukses tidaknya pelaksanaan pemilu, tahap demi tahap itu, juga sangat ditentukan oleh keberadaan pers yang mumpuni, independen dan profesional.

“Untuk itu  di Kabupaten Jembrana, menurut hemat saya, pers sudah menunjukkan sosok dan kerjanya yang profesional, penuh kedewasaan, dengan tetap menjaga serta mengedepankan rasa persatuan dan kesatuan bangsa sebagai sebuah nilai yang tidak bisa ditawar," papar Artha.

Sementara menjelang pemungutan suara, Artha memberi beberapa catatan di antaranya sebagai warga negara mengajak untuk mensukseskan pelaksanaan pemilu 17 april 2019, dengan menggunakan hak pilih kita secara baik dan bertanggung jawab. Berharap tidak ada warga masyarakat yang tidak menggunakan hak pilihnya. Himbauan itu juga telah disampaikan kepada seluruh ASN agar bisa menjadi contoh dimasyrakat, dengan datang ke TPS, memberikan hak suara.

Imbauan itu bukan untuk mengekang ataupun mengarahkan ASN, karena netralitas harus tetap dijaga. Pelaksanaan pemilu adalah merupakan tanggung jawab  bersama sebagai warga masyarakat dan warga negara Indonesia. Mengajak senantiasa mengedepankan rasa persatuan dan kesatuan, serta persaudaraan sebagai sesama anak bangsa.

Mengingat pemilu merupakan agenda rutin lima tahunan, agar dimaknai pesta demokrasi ini dengan penuh keriang gembiraan, karena sebagai sebuah bangsa yang besar kita telah mempu melaksanakan demokrasi dengan baik dan bermartabat. Dan terakhir, Bupati Artha juga mengajak  bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban, sehingga pemilu sebagai pesta demokrasi di Kabupaten Jembrana dapat berjalan dengan baik dan lancar, sehingga dapat menghasilkan produk demokrasi berupa wakil rakyat yang benar-benar mumpuni. Ia optimis pelaksanaan pemilu di Jembrana berjalan aman dan lancar, karena berdasarkan pemetaan , Kabupaten Jembrana bukan kategori rawan. Kendati demikian, Ia tetap meminta kewaspadaan dan kesigapan aparat dan pelaksana  harus tetap dijaga. (prm)