JA Teline V - шаблон joomla Форекс

TABANAN
Typography

TABANAN - fajarbali.com | Dalam upaya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai (PSP), Diageo Indonesia baru-baru ini menggelar lokakarya di desa Nyambu, Kediri, Tabanan yang dihadiri oleh warga Desa Nyambu yang sejak April 2016 telah aktif mendorong program desa wisata ekologis di wilayahnya. Dalam menyelenggarakan lokakarya ini, Diageo bekerjasama dengan perusahaan yang berfokus pada inovasi pembangunan ‘Saraswati’ dan ‘Villa Dukuh’. 

 

Diageo Indonesia, pemilik dan pengelola pabrik minuman beralkohol merek internasional yang berlokasi di desa Nyambu, secara aktif mendorong upaya-upaya yang dapat meningkatkan kapasitas masyarakat untuk mengelola usaha pariwisata dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Upaya ini dilakukan melalui pengenalan potensi desa, kekayaan alam, potensi budaya dan seni yang bisa dikelola oleh masyarakat desa setempat dan memberi manfaat secara ekonomi serta mendukung pertumbuhan sektor pariwisata.

Berkaitan dengan inisiatif tersebut Corporate Relations Director Diageo Indonesia, Dendy Borman mengatakan pihaknya akan terus berpartisipasi aktif dalam menghadirkan program-program yang memberikan manfaat positif dalam meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Bersama warga desa dan para mitra, kami ingin meningkatkan pemberdayaan masyarakat yang berbasis pada kepedulian lingkungan hidup, seperti yang dilakukan Diageo dimanapun perusahaan beroperasi. Lokakarya yang digelar adalah untuk memfasilitasi warga Nyambu untuk merencanakan program yang dapat mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, dan menjadikan Desa Nyambu sebagai pilot project desa wisata ekologis yang bebas plastik sekali pakai. Sebagai pilot project inisiatif ini diharapkan dapat mendorong program yang sama di desa atau tempat lainnya,” ujar Dendy. 

Dendy menambahkan. Desa Nyambu memiliki potensi wisata ekologi dan historis karena memiliki kekayaan alam persawahan dan mata air yang berlimpah, sekaligus memiliki kontak budaya dan sejarah yang panjang sejak jaman Bali Kuno (sekitar abad ke-8 sampai abad ke-13), jaman pengaruh Majapahit (abad ke-14), hingga saat ini.

Lokakarya Inisiatif Bebas Plastik ini melibatkan beberapa lembaga maupun usaha sosial yang bergerak di lingkungan, di antaranya: Yayasan Wisnu, Avani Eco, ecoBali Recycling, Kopernik, Mongabay, dan PPLH Bali. Para mitra gabungan memberikan pelatihan kepada 30 orang perwakilan 6 Banjar yang berada di Desa Nyambu serta 10 perwakilan pemiliki usaha warung, villa dan guest house ecotourism.

Setiap peserta yang telah dikelompokkan diajak untuk mengeksplorasi tantangan terbesar dalam mengurangi sampah plastik serta menggali ide untuk mengurangi sampah plastik serta manajemen sampah di rumah maupun di desa. 

“Lokakarya dan pertukaran pengetahuan pada acara ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Nyambu dan mendorong aksi untuk mengeliminasi penggunaan plastik sekali pakai non-biodegradable atau yang tidak dapat terurai oleh proses biologi, yang sehari-hari sangat banyak digunakan masyarakat seperti kantong atau kresek, botol, gelas, peralatan makan dan sedotan plastik,” tutur Dendy. 

Kesadaran yang meningkat diharapkan membangun kapasitas masyarakat Nyambu dalam merencanakan program yang dapat mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan mengelola potensi ekowisata agar menjadi nilai tambah bagi keberadaan Desa Wisata Ekologis yang dibanggakan warga desa Nyambu. (dar).