JA Teline V - шаблон joomla Форекс

BANGLI
Typography

BANGLI-fajarbali.com | Kasus matinya sejumlah godel secara misterius di Kabupaten Bangli disikapi kalangan DPRD Bangli. Dewan tak ingin kasus tersebut terus berlanjut sehingga menjadi momok peternak, dan berujung pada keengganan peternak untuk memelihara ternak khususnya sapi.

Wakil Ketua DPRD Bangli, I Komang Carles kepada wartawan via ponselnya, Senin (17/9/2018) menyikapi kasus tersebut, dia berharap instansi yang membidangi yakni Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Bangli dan pihak kepolisian untuk segera melakukan investigasi atas kasus tersebut.

Dia menilai kasus tersebut sudah sangat serius, karena sudah memakan korban 4 ekor sapi, karena itu mesti disikapi serius dan ditindaklanjuti. Bahkan bila perlu untuk kasus tersebut menggunakan anjing pelacak agar bisa  merekam jejak binatang yang menyerang dan atau memangsa jeroan godel itu.

 

BACA JUGA: Tiga Ekor Godel di Langgahan Mati Misterius, Jeroan Hilang

 

Dia mengaku heran dengan adanya kasus tersebut. Dinilai sangat aneh yang dimangsa alias yang hilang hanya pada bagian dalam perut (jeroan) bukan seluruh bagian tubuh. Karena keanehan tersebut, maka dalam investigasi mesti bisa dilakukan analisa sehingga bisa mendapatkan gambaran binatang apa yang memangsanya.

Lalu melihat dari kasus tersebut justru korbannya hanya godel-godel betina, menurutnya juga perlu dilakukan pencermatan oleh petugas yang melakukan investigasi, apakah ada kemungkinan kasus tersebut terjadi karena faktor manusia. Karena itu kondisi bangkai godel mesti dilihat secara seksama, apakah jeroannya hilang dengan kondisi bagian kulit dirobek atau karena kena sayatan pisau (senjata tajam), menurutnya hal itu bisa dibedakan.

Dia khawatir kasus tersebut bisa menjadi momok peternak dan ada keengganan peternak untuk memelihara ternak khususnya sapi. “Peternak bisa takut untuk pelihara sapi kalau kasus ini terus berlanjut karena itu kami harapkan kepolisian dan dinas yang membidangi melakukan investigasi,” ujar politisi asal Desa Batur, Kintamani, Bangli ini.

Sementara Kasubag Humas Polres Bangli, seijin Kapolres Bangli, AKBP  Agus Tri Waluyo mengatakan kalau pihak Polsek Kintamani, Senin (17/9/2018) telah melakukan penyelidikan atas kasus matinya sejumlah godel betina di Desa Langgahan, Kintamani sejak sebulan belakangan ini.

Kasubag Humas mengatakan membanrkan dari hasil pengecekan ke Langgahan bahwa sudah ada 3 ekor godel yang mati dengan jeroan hilang. Dan ada satu ekor lagi kena gigitan bagian belakang namun tidak mati.

“Polsek Kintamani telah melakukan penyeliidikan  dengan mendatangi TKP dan mengumpulkan saksi-saksi di Desa Langgahan Kintamani,” ujarnya. Dijelaskan,  pertama kasus tersebut terjadi di kandang sapi milik Sang Kompyang Lepig, pada Minggu (26/8),namun pada kasus ini godel tidak mati, sebatas kena gigitan yang diduga gigitan binatang. Kasus berikutnya pada godel milik Sang Putu Arta, masih di di Desa Langgahan, godelnya mati misterius  pada 28/8 lalu dengan jeroan hilang. Kasus ketiga menimpa godelnya I Wayan Kemul di Langgahan Kangin. Kasus ke eempat terjadi pada godel Nyoman Suardana.

Bahkan dalam investigasi tersebut, godel yang sudah dikubur, Sabtu 16/9) dibongkar kembali untuk dapat mengetahui kondisi bangkai gogel. Sementara Kepala Dinas  Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dinas PKP) Kabupaten Bangli, I Wayan sukartana ketika dimintai tanggapannya soal kasus tersebut, Senin (17/9) dia belum berhasil dihubungi via ponselnya. Namun untuk sementara ada kabar kalau Dinas PKP sudah menurunkan petugas untuk menyelidiki kasus matinya godel-godel dimaksud, Senin (17/9).”Sudah ada petugas yang turun, tapi mereka belum kembali”, ujar salah seorang stap di Dinas PKP Bangli.(sum)