JA Teline V - шаблон joomla Форекс

BANGLI
Typography

BANGLI-fajarbali.com | Capaian retribusi sektor pariwisata di Bangli tampak kendor. Bila dilihat dari sisa waktu yang ada capaian masih jauh dari target.

Terhitung September baru tercapai 54,21%. Target retribusi dari pariwisata tahun 2019 sebesar Rp. 22.321.042.538. Bisa diprediksi sampai akhir Desember capaian bakal jauh dari target yang ditetapkan.

Padahal Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) menjadi salah satu sektor andalan untuk peyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk Kabupaten Bangli. Untuk tahun ini, Disparbud ditargetkan mampu menyumbang PAD sebesar Rp 22.321.042.538. Namun hingga Pertengahan September ini, Disparbud baru mampu mencapai target 54.21 persen.

Kabid Bina Obyek Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Bangli, I Wayan Bona, Senin (17/9/2018), mengungkapkan, hingga memasuki pertengahan September ini, pihaknya baru mampu mencapai pungutan retribusi pariwisata sebesar Rp. 12.100.974 atau  54.21 persen. Pendapatan itu terdiri dari lima objek wisata yang dikelola yakni obyek wsiata Batur, obyek wisata Penglipuran, obyek wisata Pura Kehen, obyek wisata Penulisan dan obyek wisiata Terunyan.

Mengenai objek wisata Batur  lanjut dia per -14 September baru mencapai Rp 8.261.858.000, obyek wisata Penglipuran Rp.3.105.909.000, obyek wisata Kehen Rp 603.492.000, objek wisata Penulisan Rp 17.215.000 dan obyek wisata Terunyan Rp.112.500.000.

Dijelaskan pihaknya tidak berani memastikan apakah nantinya mampu memenuhi target yang diberikan atau tidak. Pasalnya, kunjungna wisawatan yang datang ke Bangli tidak bisa diprediksi karena jumlahnya fluktuatif. Apalagi kata pria asal Terunyan, bahwa saat ini ada penataan obyek wisata di Penelokan yang sedang berlangsung sejak awal bulan September ini, juga sedikit mempengaruhi tingkat kunjungan.

“Sedikit tidaknya ada pengaruh. Karena ada penataan di sana, sehingga guide pasti ada yang bilang kewisatawan bila ada penataan. Sehingga mereka membatalkan kunjungan ke Bangli. Kendati begitu, kami tetap akan berusaha supaya bisa mendekati target yang diberikan lewat promosi dan monitoring. Karena promosi merupakan komponen yang sangat penting untuk menarik kunjungan. Kalau memang tidak mampu memenuhi 100 persen, minimal mampu mencapai target 85 persen,” tegasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, dengan ditatanya obyek wisata Penelokan, kini para pengunjung beralih ke tempat yang lain yang berada di bawah seperti ke tempat wisata Toya Devasya, Batur Naturan Host Spring, Terunyan dan restauran-restauran di wilayah Kintamani. (sum)