JA Teline V - шаблон joomla Форекс

Dewan Bangli Minta BPBD Antisipasi Bencana Longsor

BANGLI
Typography

BANGLI-fajarbali.com | Musim kemarau selain dikhawatirkan berdampak kekeringan, krisis air bersih dan kelangkaan pakan ternak serta kesulitan petani bertanam tanaman, justeru dikhawatirkan juga berdampak bencana tanah longsor.

Kekhawatiran itu diungkapkan anggota DPRD Bangli, I Wayan Subagan. Kepada Fajar Bali di Bangli, Minggu (4/11/2018) dia justeru mengkhawatirkan bencana longsor dan lain-lain.

Karena itu ia berharap Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangli mengimbau agar masyarakat waspada kemungkinan tanah longsor, banjir, pohon tumbang dan lain-lain setelah kekeringan. Anggota DPRD Bangli asal Desa Bangbang, Tembuku ini mengatakan itu karena tak ingin pemerintah kecolongan, setelah memiliki pelajaran setiap tahun, dimana usai kemarau kemungkinan terjadi longsor dan lain-lain, karena tanah ketika kering tiba-tiba kena hujan lebat (air) bakal berpotensi longsor dan pohon tumbang.

Dan akibat sampah menumpuk di musim kemarau lalu ada hujan, sampah bakal menyumbat sehingga berbuntut banjir. Dikatakan bencana tanah longsor, pohon tumbang dan banjir sudah sering terjadi di Bangli, bahkan setiap tahun.

Karena itu BPBD diharapkan tidak kecolongan. Maka menurutnya lebih awal diimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai kemungkinan tersebut.

”Kalau lahan kering lalu kena hujan lebat, potensi longsor sangat tinggi, dan hal itu sudah terbukti di tahun-tahun sebelumnya,” ujar Subagan.

Maka itu selain mewaspadai dampak kemarau yang tengah berlangsung ini seperti kebakaran hutan dan kebakaran lainnya, dia berharap BPBD mengantisifasi kemungkinan bencana tanah longsor, banjir dan pohon tumbang. Dikatakan masyarakat Bangli banyak yang tinggal di daerah-daerah perbukitan dan di lereng seperti di wilayah Kecamatan Tembuku selain wilayah Kintamani dengan berbagai alasan, seperti alasan menggarap kebun dan alasan tidak ada pilihan tempat.

Tentu mereka juga jauh dari perkembangan informasi. Karena itu diharapkan BPBD untuk intens memberikan imbauan dan sosialisasi akan kemungkinan bencana alam dimaksud. Dikatakan di daerah-daerah tertentu banyak pohon albezia yang nota bena mudah patah dan lahannya juga mudah longsor, apalagi awalnya kering lalu kena air.

Subagan tak ingin lagi masyarakat Bangli dan BPBD kecolongan lalu menimbulkan korban lebih serius. Dikatakannya Bangli sudah cukup kenyang dengan pengalaman soal bencana alam. Dia tak ingin lagi Bangli kena korban bencana seperti longsor di Dusun Bantas, Songan, Yeh Mampeh dan lain lain yang memakan korban jiwa cukup banyak. Bahkan akibat terkena bencana tersebut baanyak warga sampai kini belum memiliki tempat hunian yang permanen.

Terkait kemungkinan turun hujan segera, dia juga berharap kepada Instansi terkait untuk membekali petani perlunya penyiapan benih tanaman tat kala hujan sudah turun. Dikatakan musim kemarau banyak lahan tidur karena kekeringan, dia tak ingin di saat sudah ada air hujan petani tidak siap dengan benih, akhirnya kelamaan lahan tidak berproduksi. ”Dinas PKP agar mengimbau petani untuk siapkan benih, kalau sudah melihat ada tanda-tanda hujan turun”, tambah Subagan menambahkan banyak lahan subak kekeringan. (sum)