JA Teline V - шаблон joomla Форекс

BANGLI
Typography

BANGLI-fajarbali.com | Akibat hujan deras Bangli dikepung bencana alam tanah longsor dan pohon tumbang. Bahkan akibat pohon beringin tumbang di Pura Puseh Desa Pakraman Tiga, Susut, belasan palinggih hancur, Kamis (29/11/2018).

 

Dimana Pura Puseh dan Bale Agung tertimpa pohon beringin besar memporakporandakan sejumlah palinggih. Menyebabkan kerugian sekitar Rp. 800 juta akibat pohon tumbang tersebut.

Bupati Bangli I Made Gianyar, dengan didampingi sejumlah intansi terkait, meninjau langsung ke lokasi kejadian. Dilokasi, bupati sempat melihat sejumlah palinggih yang telah porak-poranda dihantam dahan kayu.

Kabag Pertokol, Kerjasama dan Komunikasi Publik Cok Bagus Gede Gaya Dirga ditemui usai mendampingi Bupati Bangli Made Gianyar menyebutkan terkait musibah yang menimpa Pura Puseh dan Bale Agung Desa Pakraman Tiga, Bupati Bangli menyampaikan rasa prihatinnya atas musibah itu.

Disebutkan, dalam acara tatap muka dengan sejumlah tokoh masyarakat, Pemkab Bangli bakal mengupayakan anggaran untuk meringankan beban masyarakat dalam rangka melakukan perbaikan pura tersebut.  Cuma kisaran anggaran disesuaikan dengan jumlah anggaran yang tersedia.

 

 

Lnjut Cok Bagus Gede Gaya Dirga, Bupati Bangli pada kesempatan itu juga menghimbau agar masyarakat selalu waspada saat musim hujan mulai datang.  Selain itu, warga desa pakraman juga diimbau untuk melakukan pemangkasan terhadap pohon tua yang berpotensi membahayakan bangunan pura maupun masyarakat. “Pak bupati juga mengimbau agar masyarakat melakukan pemangkasan pohon yang sudah lapuk yang bepotensi membahayakan bangunan maupun jiwa masyarakat,”ucap Cok Dirga.

Sementara  Kasi Kadaruratan dan Logistik  BPBD Kabupaten Bangli  I Ketut Agus Sutapa seijin Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Bangli   I Wayan Karmawan menyebutkan  setidaknya ada 6 titik bencana tanah longsor dan  pohon tumbang yang terjadi sejak Rabu (28/11) hingga Kamis (28/11) kemarin. “Tidak ada korban jiwa dalam kejadian kemarin,” katanya.

Dipaparkan, bahwa peristiwa paling parah terjadi di wilayah Desa Tiga, Kecamatan Susut. Dimana, Pura Puseh dan Bale Agung,  Desa Pakraman Tiga tertimpa pohon beringin. Akibat kejadian tersebut terdapat belasan  palinggih rusak. Adapun  palinggih yang rusak yakni Palinggih Batu Made, Palinggih Gunung Agung, Palinggih Mapurwa, Palinggih Bathara Tulukbiyu, Palinggih Pasek Asti, Palinggih Mas Majapahit, Palinggih Rambut Sri Sedana, Gudang Penyungsung, Bale Pelik, Bale Dehe, Bale Timbang, Bale Pengaruman dan Palinggih Dasar. Selain itu, tumbangnya pohon juga menyebabkan beberapa bagian tembok penyengker pura setempat hancur.

Selain kejadian di Desa Pakraman Tiga, pohon tumbang juga terdapat di jalur Tembuku-Karangasem tepatnya di Dusun Tingkad Batu, Desa Jehem, menyebabkan arus terganggu karena sebagian jalan tertutup oleh dahan pohon. Tanah longsor juga terjadi dijalur Desa Selat-Kayuambua tepatnya di Dusun Pengiangan.  “Dengan dibantu sejumlah intansi terkait, seperti Polri dan TNI, kita telah melakukan penanganan. Termasuk melakukan pomotongan dahan pohon beringin di Pura Puseh, Desa Tiga,”jelasnya. (sum)