JA Teline V - шаблон joomla Форекс

BANGLI
Typography

BANGLI-fajarbali.com | Dampak hujan deras yang mengguyur, Senin (18/3/2019) siang hingga sore, telah menyebabkan bencana banjir mengepung wilayah Kabupaten Bangli.

Kondisi terparah justru terjadi di Kota Bangli. Banjir menyebabkan sejumlah ruas jalan di Kota Bangli berubah menjadi seperti sungai. Dampaknya, sejumlah kendaraan roda dua hingga roda empat mengalami mogok di tengah jalan. Tidak hanya itu, Rumah Jabatan (RJ) Bupati Bangli dan empat unit rumah dinas pejabat teras di Bangli turut terbenam air dengan ketinggian mencapai selutut orang dewasa.

 

Dilaporkan juga rumah milik salah satu caleg DPRD Bangli, Dewa Ratno Suparsa Mesi yang berada di Kelurahan Kawan tepatnya di depan kantor Telkom Bangli, tak luput dari terjangan banjir. Bahkan banjir di tempat ini, ketinggianya mencapai satu meter. Karena bersanya volume banjir yang terjadi secara tiba-tiba tersebut menyebabkan setidaknya ada empat rumah warga termasuk kos-kosan yang terkena imbasnya. Sejumlah perabotan rumah tangga milik korban hingga mesin cuci juga turut hanyut terbawa arus.

Menurut Dewa Ratno saat ditemui dirumahnya, banjir yang melanda rumahnya terjadi dalam hitungan 30 puluh menit saja. “Air hujan dari persawahan yang berada di utara rumah yang numplek kesini. Ketinggianya mencapai satu meter. Selain menyebabkan tembok rumah saya sepanjang tiga meter ambrol, sejumlah perabotan rumah hingga mesin cuci turut hanyut,” ungkap Caleg Nomor 1 dari PDIP dapil Bangli ini.

Hingga petang ini, banjir ditempat tersebut sudah mulai reda. Selain melanda rumah Dewa Ratno, tiga rumah milik tetangganya salah satunya bernama Dewa Putu Antara Arta juga tak luput dari terjangan banjir dan menyebabkan tembok sepanjang kurang lebih 15 meter ambrol. “Kalau dihitung kerugian mungkin sekitar puluhan juta,” ujarnya.

Di sisi lain, sesuai pantauan kondisi Rumah Jabatan Bupati Bangli terbenam air dengan ketinggian selutut orang dewasa. Hingga petang ini, tampak sejumlah petugas BPBD, dinas PU dan dibantu BLH Bangli masih berupaya melakukan penanggulangan dengan menggunakan mesin penyedot air.

Pada kesempatan itu, Kepala BPBD Bangli I Wayan Karmawan mengakui dampak hujan deras yang terjadi sejak siang hingga sore, telah menyebabkan sejumlah ruas jalan dan pemukiman rumah warga terkena banjir. Hal ini disebabkan, karena sempitnya saluran drainase yang tidak mampu menampung besarnya volume air hujan.

“Selain di pemukiman warga, titik-titik banjir juga terjadi di RJ satu dan beberapa rumah dinas pejabat juga tergenang air.  Ini disebabkan, karena ada tembok yang jebol di utara RJ sehingga air langsung meluber ke sini (rumah dinas-red)” ungkapnya.

Disampaikan untuk upaya penanganan dampak banjir, pihaknya telah melibatkan instansi terkait. “Pemantauan dan penanganan terus kita lakukan. Mudah-mudahan nanti tidak ada hujan sebesar yang tadi. Lebih lanjut, upaya penanganan masih akan kita bicarakan lagi, bersama instansi terkait agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” beber Wayan Karmawan.

Pemicunya, lanjutnya, karena banyak factor. Kemungkinan pertama, kata Karmawan, karena jalur-jalur drainase yang pelebaran dan pembersihan supaya tidak mengganggu volume air yang seharusnya bisa ditampung sehingga tidak sampai meluber ke jalan dan pemukiman. “Kemungkinan kedua, karena factor penyempitan drainase. Ini yang akan kita koordinasikan dengan instansi terkait untuk mencari jalan keluarnya,” jelasnya.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun estimasi total kerugian material yang ditimbulkan diperkirakan mencapai 300 juta hingga 500 juta.  Sementara itu, dampak banjir yang melanda ruas jalan tampak yang cukup parah terjadi di jalan Kusuma Yudha, Jalan Nusantara, Jalan Brigjen Ngurah Rai tepatnya di depan kantor Bupati Bangli dan sejumlah ruas jalan lainnya.

Ketinggian air rata-rata mencapai selutut orang dewasa. Dampaknya, sejumlah kendaraan bermotor dan kendaraan roda empat yang nekat melintas mogok ditengah jalan. Sejumlah pengemudi sepeda motor tampak terpaksa menuntun kendaraannya. Sementara untuk kendaraan roda empat yang mogok langsung menepi ke tepi jalan agar tidak menambah kekroditan arus lalin. Namun hingga petang ini, banjir tersebut sudah mulai surut. (ard)