JA Teline V - шаблон joomla Форекс

BANGLI
Typography

BANGLI-fajarbali.com | Untuk menjamin ketertiban dan keamanan pelaksanaan hari pencoblosan Pemilu Serentak 17 April 2019, Kapolda Bali, Irjen.Pol. Petrus Reinhard Golose melakukan pemantauan pelaksanaan pemilu dengan menggunakan helykopter keliling pulau dewata.

Sesuai pantauan Kapolda Bali turun dengan menggunakan hely di Lapangan Kapten Mudita Bangli, sekitar pukul 08.05 wita. Kedatangan Kapolda  didampingi Kabid Humas Polda Bali Kombespol Hengky Widjaja telah ditunggu Kapolres Bangli AKBP Agus Tri Waluyo, Dandim 1626/Bangli Letkol Cpn Andy Pranoto, dan Ketua KPU Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan. Selanjutnya rombongan langsung bergerak menuju TPS 19 di banjar Susut Kaja, desa Susut, Kecamatan Susut.

Pada kesempatan itu, Kapolda Irjen Golose menegaskan kedatangan bersama para pejabat Polda Bali untuk memastikan situasi di tiap-tiap TPS aman. “Dan, sampai saat ini, situasi juga masih aman,” tegasnya.  Selain itu, lanjut Kapolda kedatangan ke TPS desa Susut ini juga memastikan, bahwa pelaksanaan yang sudah disosialisasikan KPU berkaitan dengan pada waktu nanti hingga pukul 13.00 Wita. Apabila, masih ada orang antri atau masih terdaftar itu tetap bisa melakukan pemilihan. “Itu tidak boleh dihentikan oleh KPPS. Kalau sampai itu terjadi, itu adalah pelanggaran pidana. Jadi akan dikenakan UU No 7 tahun 2017. Semua itu sebelumnya sudah disosialisasikan,” ungkapnya.

Terhadap kemungkinan membludaknya pemilih hingga batas waktu pukul 13.00 wita, telah diputuskan waktu penghitungan suara bisa diperpanjang. Jika sampai pukul 24.00 malam belum bisa menuntaskan penghitungan suara, maka sesuai Keputusan Mahkamah Konstitusi masih diberikan perpanjangan waktu selama 12 jam keesokan harinya, untuk melanjutkan penghitungan suara pada Kamis 18 April 2019 hingga pukul 12.00 wita.

“Ini yang harus kami pastikan. Untuk itu, saya mendampingi Ketua KPU akan berkeliling untuk memastikan bahwa hal-hal yang berkaitan dengan Peraturan KPU No 9 tahun 2019 dan UU No 7 tahun 2017 bisa diimplementasikan. Kami dari kepolisian dibantu steakholder lain seperti TNI, Kejaksaan dan Unsur-unsur lain hanya menjamin dan tetap menjamin pelaksanaan pesta demokrasi ini. Yang terpenting, kita harus mengikuti aturan yang berlaku,” pungkasnya. (ard)