JA Teline V - шаблон joomla Форекс

BANGLI
Typography

BANGLI-fajarbali.com | Perbuatan seoarang anak yang baru lulus dari sebuah SMPN di Kintamani, Bangli ini, benar-benar tidak patut untuk ditiru. Pasalnya, bukannya melanjutkan sekolah ke tingat yang lebih tinggi, pelaku berinisial Kadek S (16) justru memilih putus sekolah dan melakukan tindak pidana pencurian.

Karena perbuatannya itu, pelaku yang masih dibawah umur ini akhirnya dibekuk tim opsnal Polres Bangli saat pelaksanaan operasi Pekat Agung.

Kasat Reskim Polres Bangli, AKP. M. Akbar Eka Putra Samosir saat dikonfirmasi membenarkan adanya kasus pengungkapan pencurian ayam aduan yang melibatkan anak dibawah umur tersebut. Didampingi Kasubag Humas Polres Bangli, AKP. Sulhadi, Kasat Reskrim AKP. Akbar Samosir menjelaskan, pelaku terungkap melakukan tindak pidana pencurian dua ekor ayam aduan dengan kerugian yang ditimbulkan mencapai Rp 3 juta.

Kronologis pengungkapan pelaku bermula adanya laporan dari korban  I Made Pujayasa, yang berlokasi di Subak Batu Kandik Br. Kubu Salya Desa Sukawana, Kintamani. “Dari laporan tersebut, saat polisi melakukan penyelidikan akhirnya pelaku mengarah kepada tersangka, sehingga langsung diamankan di jalan raya Kintamani, pada minggu (7/7/2019) sekitar pukul 18.00 Wita,” ungkapnya.  

Dari pelaku,  polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga ada kaitannya dengan tindak pidana yang dilakukan. Yakni, satu ekor ayam jago dengan bulu warna hijau, kaki berwarna biru dan kepala jambul. Uang tunai sebesar Rp 500.000. Satu unit sepeda motor Honda Beat warna hitam kombinasi merah (tanpa no polisi) sebagai sarana yang digunakan pelaku. Dua buah guungan (sangkar ayam dari bamboo bambu) dan tas plastik jinjing warna biru motif garis warna merah, putih, merah muda.

“Pada saat dilakukan introgasi, yang bersangkutan mengakui bahwa benar telah mengambil dua ekor ayam jantan (aduan) dengan ciri-ciri 1 ekor ayam jantan dengan bulu warna merah kaki kuning dan 1 ekor ayam jantan (aduan) dengan bulu warna hijau kaki biru kepala jambul di pondok milik korban,” ungkapnya.

Disebutkan, terduga pelaku menjelaskan, bahwa telah mengambil 2 (dua) ekor ayam jantan (aduan) milik korban pada hari Sabtu tanggal 29 Juni 2019 pukul 22.30 wita dengan cara mengambil 2 (dua) ekor ayam jantan yang tersimpan dalam sebuah guunga, kemudian memasukannya ke dalam sebuah kampil yg telah dipersiapkannya. “Dari dua ekor yang dicuri, satu ekor ayam warna merah dan kaki warna kuning telah dijual oleh terduga pelaku di arena sabung ayam di wilayah Angantaka, Kab. Badung, kepada seseorang yang tidak diketahui namanya seharga Rp 1.000.000,” jelasnya.

Sedangkan satu ayam lainnya, masih disimpan di sebuah kos di Br Lambing Desa Mambal Kab. Badung karena belum sempat dijual. “Akibat perbuatannya itu, korban menderita kerugian sebesar Rp 3 juta. Saat ini,  pelaku masih dilakukan pemeriksaan  oleh Sat Reskrim  dengan didampingi orang tuanya, mengingat pelaku masih di bawah umur. Kasusnya masih dalam pengembangan,” tegasnya.

Sementara itu, terduga pelaku saat menjalani pemeriksaan, mengaku menyesali segala perbuatannya. “Saya menyesal dan tidak akan mengulangi perbuatan ini lagi,” ujarnya sambil menundukkan kepala. Pelaku juga mengaku tidak bisa melanjutkan sekolah karena tidak punya uang.  “Ayah saya hanya petani. Saya mencuri untuk memenuhi biaya hidup sehari-hari,” pungkasnya. (ard)