JA Teline V - шаблон joomla Форекс

BANGLI
Typography

BANGLI - fajarbali.com | DPC PDIP Kabupaten Bangli memastikan akan menerapkan sanksi tegas terhader kader yang melakukan pembelotan jelang Pilkada Bangli. Tak segan-segan sanksi berat berupa pemecatan tersebut, juga bakal diterapkan kepada kader senior PDIP Bangli, Ngakan Kutha Parwata yang sudah terang-terangan masuk penjaringan dan pendafataran Bakal Calon Bupati/ Bakal Calon Wakil Bupati (Bacabup/Bacawabup) Kabupaten Bangli melalui Partai Golkar. Tidak hanya Ngakan Kutha, rekan-rekan yang bersangkutan yang terbukti turut memberikan dukungan terhadap kader pembelot juga dipastikan akan diancam sanksi tegas.

 

Hal ini disampaikan Wakil Ketua Bidang Kaderisasi dan Organisasi DPC PDIP Kabupaten Bangli, Wayan Karyasa saat dikonfirmasi Selasa (17/12/2019). “Dalam hal ini, partai kan tegas. Pasti kalau ada pembelotan, pastinya sanksinya adalah pemecatan. Terlebih beliaunya (Ngakan Kutha Parwata-red) sudah tidak distruktur, walaupun beliaunya senior namun kini kan cuma menjadi kader biasa,” jelasnya.

Karena itu, terkait penerapan sanksi tersebut pihaknya mengaku akan segera menggelar rapat khusus. Sebab, kata Mangku Karyasa yang juga anggota DPRD Bangli ini, yang berhak menjatuhkan sanksi adalah DPP sebagai induk partai. “Rapat DPC untuk pemberian sanksi, sejauh ini memang belum. Nanti akan kita agendakan khusus, setelah tanggal 19 Januari 2020 setelah kegiatan konsulidasi partai. Dalam hal ini, DPC hanya mengusulkan kepada DPD. DPD mengajukan kepada DPP dan nantinya DPP sebagai induk partai yang menjatuhkan sanksi,” bebernya.

Pembahasan sanksi tersebut, disampaikan, tidak hanya akan membidik Ngakan Kurtha Parwata saja. “Saat ini kita sedang melakukan evaluasi. Sebab, selain Pak Ngakan, tentunya teman-teman yang lain tidak menutup kemungkinan kader dan pengurus-pengurus kita ada yang merapat juga kesana. Kalau itu terjadi, nantinya pada saat konsulidasi tindakan tegas itu akan kita wujudkan. Kalau memang nyata-nyata mereka disebrang, entah itu nanti bahasanya dipecat atau bagaimana nanti sanksi itu tetap dikeluarkan oleh DPP,” sebutnya.

Sebab, menurutnya, masuknya Ngakan Kutha Parwata melalui Partai di luar PDIP sudah merupakan katagori bentuk pelanggaran berat. “Katagori pelanggaran ringan, misalnya tidak mengikuti rapat-rapat. Namun kalau sudah pembelotan, itu sudah berat. Pasti sanksinya, sesuai pamahaman saya pasti pemecatan. Sudah masuk dibarisan lain, ngapain juga ada di kita lagi. Nanti akan kita rapatkan khusus,” tegas politisi PDIP asal kecamatan Susut ini.

Hal yang sama juga disampaikan, Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPC PDIP Bangli, Satria Yudha. Disampaikan, rapat yang digelar di DPC PDIP Selasa kemarin, khusus membahas persiapan pelaksanaan work shop tanggal 22 Desember yang akan dilaksanakan DPD. “Kita persiapkan itu karena melibatkan DPC hingga anak ranting. Akan bahas masalah partai, sambil konsulidasi partai untuk kedepannya,” sebutnya.  

Karena itu, untuk pembahasan sanksi kepada Ngakan Kutha Parwata diakui pihaknya belum melakukan pembahasan. Mengingat kata dia, kegiatan di partai sangat padat. Banyak agenda partai yang harus kita selesaikan terlebih dahulu. “Nanti lah,” jelasnya.  Sementara terkait target pemenangan Pilkada Bangli, pihaknya juga mengaku belum  membahasnya. Kemungkinan target pemenangan Pilkada Bangli baru akan dibahas setelah turunnya rekomendasi DPP yang diinformasi akan keluar sekitar tanggal 10 Januari 2020 mendatang. “Yang jelas, sebelum rekomendasi turun, target pemenangan sudah pasti ada,” jelasnya.

Dalam hal ini, pihaknya juga masih berupaya akan melakukan koalisi dengan partai lain untuk menambah kekuatan. “PDIP adalah partai terbuka. Bagi siapa yang mau diajak koalisi, kita akan rangkul. Kita ingin Bangli ini menjadi lebih baik kedepan,” tegasnya. Dalam hal ini, kemungkinan partai yang akan diajak koalisi untuk menambah amuniasi PDIP yakni dengan parpol yang sudah tergabung dalam Fraksi PDIP yakni PKPI dan Gerindra. “Hanya saja, untuk pembicaraan kearah koalisi belum. Kita masih berbicara soal internal dulu. Yang jelas, PDIP adalah partai terbuka. Yang mau bergabung ayok kita sama-sama,” tegasnya.

Secara terpisah Ketua DPC PDIP Bangli Sang Nyoman Sedana Arta saat dikonfirmasi terkait pembelotan yang dilakukan Ngakan Kutha Parwata mengaku menghormati pilihan politik seseorang. “Iya. Saya menghormati keputusan politik seseorang dalam menentukan pilihan politiknya. Sekarang saya masih rapat DPC,” pungkasnya singkat. (arw).