JA Teline V - шаблон joomla Форекс

GIANYAR
Typography

GIANYAR-fajarbali.com | Kehilangan indera penciuman dan indera kecap, Perbekel Bedulu, Putu ‘Lea’ Ariawan lantas memeriksakan diri ke rumah sakit. Dari hasil pemerikasaan, dirinya dinyatakan positif covid-19. Lalu dirinya menuturkan pengalamannya, yang hari ini sduah karantina selama empat hari.

Ariawan sendiri, dinyatakan positif pada 26 Agustus lalu. Dimana sebelumnya dirinya merasakan kehilangan indera penciuman dan perasa. “Penciuman saya hilang, makanan tidak terasa di lidah. Dalam hati saya berpikir bahwa saya positif,” jelasnya, Senin (31/8). Karena kehilangan perasa dan penciuman, maka dirinya berkonsultasi ke Puskesmas Blahbatuh. Dan akhirnya dirinya dinyatakan positif.

 

Walau dinyatakan positif, dirinya masih sehat bugar seperti biasa, mengingat dirinya adalah orang tanpa gejala (OTG). “Sebenarnya  covid tidak seperti apa yang kita bayangkan atau kita dengar. Apalagi yang OTG (orang tanpa gejala). Fisik saya saat ini tidak terpengaruh sama sekali seperti apa yang tiang rasakan, cuman kehilangan indra penciuman sementara,” jeasnya. 

Sementara, untuk mempercepat proses pemulihannya ia juga mengikuti anjuran Gubernur Bali, Wayan Koster dengan meminum arak. Ia lakukan sehabis makan. “Saya minum arak, saya minum setiap habis makan 1- 2 sloki setiap hari,” ungkapnya.

 

Ditanya terkait yang dirasakan setelah minum arak, ia mengatakan hal yang dia rasakan setelah minum arak 1-2 sloki sehabis makan lebih fit,  selain itu ia juga lebih percaya diri, dengan merasa lebih percaya diri imun tubuh akan lebih cepat meningkat. “Cuman merasa vit saja, Lebih percaya diri, jadi pengaruhnya mungkin ke imun tubuh,” ungkapnya sambil memperlihatkan sloki arak.

 

Saat masa karantina, kebutuhan pokok setiap harinya dibantu warga banjar lebah, Desa Bedulu. Masyarakat yang membawa kebutuhan pokok, menaruhnya di pintu pagar. “Banyak masyarakat yang menyumbangkan makan dan kebutuhan lain, saya berterimakasih kepada masyarakat,” ungkapnya.

 

Dirinya mengimbau seluruh masyarakat agar mengikuti protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah. “Ingat masker yang paling utama. Jadi mari ikuti semua himbauan pemerintah Karena pemerintah pasti ingin melakukan yang terbaik untuk masyaraktnya,” tandasnya. (SAR)