JA Teline V - шаблон joomla Форекс

GIANYAR
Typography
Gianyar - fajarbali.com | Antusiasnya masyarakat melakukan penukaran sampah plastik dengan beras, Desa Ketewel bakal terus menggelar acara serupa secara rutin. Bahkan alat tukarnya bukan saja beras, namun ditambah dengan Sembako.


Hal ini dijelaskan Perbekel Ketewel, Putu Pande Kusuma Negara. “Respon masyarakat sangat bagus, acara ini akan rutin kami gelar,” jelas Pande Kusuma Negara, Selasa (1/9/2020).

Dikatakan perbekel Ketewel, antusias masyarakat memilah sampah juga untuk membangkitkan eksistensi Bank Sampah Ketewel Lestari. Sebab sejak 6 bulan terakhir, sempat stagnan karena Covid-19. “Mulanya kami mulai plastic exchange di dua banjar. Karena dapat beras, banjar lain ikut semangat sampai terlaksana di 13 banjar,” jelasnya. Saat ini, pihaknya masih menjajaki 3 banjar lagi untuk menggelar aksi serupa. “Kami ingin Desa Ketewel bebas dari sampah plastik. Minimal bisa menekan volume sampah plastik,” ujarnya.

Guna berjalannya bank sampah dengan baik, saat ini pihaknya sedang berkoordinasi dengan 3 Desa Adat yakni Ketewel Induk, Lembeng dan Rangkan untuk membentuk dan membuat pararem khusus mengatur pengelolaan sampah. Sebab biasanya, krama lebih takut menerima sanksi adat sehingga ada kemauan untuk memilah sampah. “Dengan sanksi adat, pelaksanaan pemilahan sampah menjadi lebih efektif,” jelasnya. Dikatakannya, saat ini masyarakat sudah memilah sampah dengan baik. “Sedangkan nanti sampah plastiknya kami tukar dengan Sembako,” tambahnya.

Pada kegiatan sebelumnya, Desa Ketewel telah mengumpulkan sekitar 4.377 Kilogram sampah. “Masyarakat yang datang bawa sampah sebanyak 361 KK di 8 banjar, beras yang habis dibagi sekitar 472,5 Kilogram,” jelasnya.  Sebagai alat penukar, pihak desa mengajak donatur untuk memberikan bantuan. Untuk bank sampah, TPST 3R, pihaknya menyiapkan lahan seluas 28 are. “Tidak semuanya kami manfaatkan untuk pengolahan sampah, sebagian lahan kami pakai untuk kebunb organik. “Ini kami meniru desa-desa yang sukses mengolah sampah, seperti Padang Tegal, Desa Taro, sehingga lingkungan bersih, tanpa sampah plastik,” tuntasnya.(gds).