JA Teline V - шаблон joomla Форекс

GIANYAR
Typography
GIANYAR - fajarbali.com | Dinas Pertanian dan Peternakan Ginayar kini melakukan vaksinansi anjing warga dengan menunggu di balai banjar setempat. Sebelumnya, petugas vaksinasi mendatangi rumah warga, namun karena pandemi covid 19, kegiatan dibataai sampai di balai banjar. Kegiatan Selasa (6/10/2020) di Banjar Negari, Desa Singapadu Tengah, Kecamatan Sukawati. 

 

Salah satu petugas, Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Wilayah III Kabupaten Gianyar drh Nyoman Arya Dharma mengatakan vaksinasi ini digelar serentak di Bali selama bulan Oktober 2020. Digelar dalam rangka penanggulangan rabies di Kabupaten Gianyar. “Targetnya di Banjar Negari sebanyak 415 anjing. Tapi karena pandemi, sesuai protokol kesehatan. Seberapa dapat ya segitu maksimal, tidak lagi bisa masuk ke rumah-rumah,” ujarnya. 

 

Arya Dharma bertugas mewilayahi tiga Kecamatan ini stanby di balai banjar bersama 4 petugas lain. “Di Banjar kami stanby sampai siang. Besok lanjut lagi di banjar lain. Dipilihnya Desa Singapadu Tengah ini karena pernah masuk zona merah, ada kasus rabies Tahun 2016 lalu. Bersyukur Tahun 2020 ini nihil kasus,” ungkapnya. Selain zona merah, wilayah Singapadu juga termasuk wilayah perbatasan sehingga rentan terjadi mobilisasi hewan anjing. 

 

Untuk vaksin, telah disiapkan sekitar 6.000 dosis vaksin. Kepada warga yang anjingnya telah divaksin, diimbau agar tidak memandikan anjing tersebut selama 4 hari. Dokter hewan asal Banjar Kesian, Desa Lebih, Kecamatan Gianyar ini pun mengimbau agar masyarakat memastikan anjing peliharaan tidak dilepasliarkan. “Agar dipelihara, dirawat. Sebaiknya diikat atau dikandangkan,” harapnya. 

 

Dari data yang ada, selama tahun 2020 Hasil vaksinasi tahun 2020, dilaksanakan di berberapa desa. Diantaranya, Desa Batuan 2178 ekor,  Sebatu 1255 ekor, Taro 1937 ekor, Medahan 716 ekor, Buruan 1224 ekor, Bresela 423 ekor, Keliki 1079 ekor. Sehingga total yang sudah divaksin bulan September Oktober sebanyaj 8.812 ekor. “Total keseluruhan yang sudah sebanyak 8.812 ekor, sedangkan yang sudah divaksinasi Tahun 2020 sebanyak 88.833 ekor,” tambahnya. Sedangkan anjing yang belum divaksin adalah anjing liar, ataupun anjing milik warga yang tinggal di pelosok.(gds).