JA Teline V - шаблон joomla Форекс

GIANYAR
Typography
GIANYAR-fajarbali.com | Seluruh komisi di DPRD Gianyar melakukan monev ke sejumlah OPD dan pelaksanaan proyek yang bersumber dari APBD-APBN, Senin (7/6/2021) lalu.

Komisi II Dewan Gianyar melakukan pemantauan di Pasar Sukawati, Pasar Gianyar dan proyek RSUD Sanjiwani. Dalam kesempatan monev, Ketua Komisi II, Wayan Suartana menegaskan agar proyek selesau tepat waktu dan kualitas terjaga.

Dikatakan  Ketua Komisi II, Suartana, realisasi Pasar Sukawati mencapai 39% dengan target penyelesaian sampai November 2021 nanti. “Realisasi sesuai rencana, ini anggarannya 75 miliar,” jelas Suartana.

Baca Juga :
Angkot-Angdes di Gianyar Masih Bisa Eksis, Selain Layani Penumpang Umum juga Angkutas Siswa Gratis
Ekonomi Bali Merosot, Pariwisata International Diharapkan Segera Dibuka

Disamping itu, pada pasar yang sudah selesai dibangun dan ditempati pedagang, para pedagang sudah beraktivitas, pengunjung sudah mulai ramai. Pihaknya pun optimis, saat pariwisata dibuka kembali nanti Pasar dengan konsep gedung hijau ini akan semakin ramai dikunjungi wisatawan.

“Pasar Seni Sukawati sudah menjadi branding tersendiri, kini daya tariknya semakin kuat dengan konsep modern,” jelasnya lagi.

Komisi II juga monev ke RSUD Sanjiwani dimana proyek penambahan fasilitas kamar rawat inap yang menelan dana Rp 135 Milyar ini juga dinilai sudah sesuai perencanaan. “Realisasinya sekarang sudah 89%. Agar tuntas saat serah Terima September 2021 mendatang,” tegasnya.

Dari monev, diketahui pembangunan gedung baru ini akan menampung pasien di lantai I sebanyak 48 bed, lantai II 104 bed, lantai III sebanyak 55 bed, serta Lantai IV sebanyak 50 bed.

Sedangkan monev Komisi III ditujukan pada Perumda Gianyar dan ke unit usaha AMDK Tirta Sanjiwani, Desa Bukian, Payangan. Monev pertama di Perumda Gianyar yang menjadi distrubutor pemasaran air minum Be Gianyar. Monev dipimpin langsung Ketua Komisi III, Putu Gede Pebriantara berdama anggota. Monev tersebut untuk mengecek kesiapan PERUMDA Gianyar sebagai salah satu perusahaan yang memasarkan produk Be Gianyar Mineral Water.

“Ini penting karena karena dari pemkab gianyar telah menggelontorkan anggaran Rp 2 miliar di tahun 2020 untuk menopang kegiatan sebagai salah satu perusahaan distributor air minum plat merah ini,” jelas Pebriantara. Dalam monev didapati kendala seperti baru memiliki 1 unit mobil engkel, 1 unit mobil box dan 2 buah sepeda motor. “Untuk mobilitas distribusi, masih kekurangan armada, namun permintaan sudah cukup tinggi,” jelas Pebriantara,

 Setelah mengecek kesiapan distribusi, monev dilanjutkan pada pabrik air minum Be Gianyar. Pada unit produksi didapati kapasitas produksi kemasan galon 300 galon/jam, kemasan gelas bisa 7.200 gelas/jam, botol mini 330 ml, 12.000 botol/jam, botol 600 ml diproduksi 8000 botol/jam, dan botol besar 1.500ml bisa diproduksi 5000 botol/jam.

“Cuma karena baru mulai produksi unit AMDK baru mempekerjakan 27 orang,” jelasnya. Sehingga kapasitas produksi baru mencapai Rp 341 juta lebih.

Dijelaskan lagi, untuk modal kerja dibutuhkan suntikan dana secara bertahap sekitar Rp 15 miliar dalam waktu 2 tahun, sehingga produksi bias benar-benar optimal. “Ini merupakan kebanggan masyarakat Gianyar, Kabupaten Gianyar bisa produksi air minum kemasan, sebagai terobosan yang luar biasa,” jelasnya bangga. (sar)