JA Teline V - шаблон joomla Форекс

GIANYAR
Typography
GIANYAR-fajarbali.com | Di Tahun 2022 ini Dinas Pertanian dan Peternakan menargetkan tanam padi seluas 29.504 hektar. Dari keseluruhan luasan ini, ada yang masa tanam dua atau tiga kali dalam setahun. Sedangkan luas baku lahan sawah saat ini 13.456 hektar. 
 
Hal ini dijelaskan Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura, Dinas Pertanian Gianyar, I Wayan Suarta, Senin (13/6/2022). Dikatakannya, target tanam di Tahun 2022 meningkat sedikit dibanding Tahun 2021. "Peningkatannya sedikit, karena tahun lalu ada sejumlah saluran irigasi mengalami kerusakan, sehingga target tanam berkurang," jelas Wayan Suarta. Dibeberkannya, realisasi tanam sampai awal Juni ini sudah 11.284 hektar, dan sisa lagi 18.220 hektar optimis tercapai karena masih sisa lagi dua kali masa tanam. 
 
Walau demikian, masih ada sejumlah persoalan di petani, baik antara tempekan subak dan antar subak berkait dengan pembagian air irigasi. "Kalau gagal tanam belum ada, yang ada adalah tunda tanam sampai seminggu atau dua minggu," bebernya. Hal ini karena antar subak menunggu mendapat giliran air irigasi. Disebutnya juga, debit air mulai mengalami penurunan, selain karena memasuki musim kemarau dan beberapa saluran irigasi ada yang bocor atau perbaikan. "Persoalan utama saat ini, sirkulasi air, debit air mengecil di sejumlah subak, sehingga petani harus sabar menunggu giliran air," terangnya. Walau demikian sampai saai ini belum terjadi konflik antar subak terkait pembagian air. 
 
Sedangkan persoalan tunda tanam karena mesin traktor kesulitan mendapat BBM, saat ini sudah teratasi. Dimana setiap subak sudah mendaftarkan pemilik traktor dan kebutuhan BBM setiap traktor. "Itu (pemilik traktor) sudah terdata, berapa kebutuhan BBM dan surat pengantar beli BBM sudah dikantongi, sehingga tidak ada penundaan mengolah lahan," terangnya. Disebut lagi Dinas Pertanian sudah melakukan usaha perbaikan salurab irigasi tersier, sekitar 22 titik di Tahun 2022, sehingga hal ini bisa meminimalkan kebocoran saluran irigasi dan mengurangi konflik akibat pembagian air.sar

BERITA TERKINI