JA Teline V - шаблон joomla Форекс

GIANYAR
Typography
GIANYAR-fajarbali.com | BPJS Kesehatan Cabang Klungkung yang mewilayahi empat kabupaten, menyebutkan badan usaha (BU) di Kabupaten Gianyar paling banyak menunggak iuran BPJS Kesehatan. Nilai keseluruhan dari tunggakan dari 142 BU sebesar Rp 1,72 miliar lebih. 
 
Hal ini disampaikan Kepala Cabang BPJS Kesehatan, Cabang Klungkung, Elly Widiani, Kamis (16/6/2022). Diantara empat kabupaten, Karangasem, Bangli, Klungkung dan Gianyar, Kabupaten Gianyar paling banyak terdaftar badan usaha yang menjaminkan tenaga kerjanya. "Banyaknya badan usaha yang mendaftarkan pegawainya itu bagus, namun saat ini kondisinya tunggakan juga paling banyak," jelas Kacab Elly Widiani. 
 
Disebutkan juga, untuk kabupaten Gianyar yang belum ter-cover di BPJS sebesar 28,35% atau 142.221 penduduk. Dimana dari jumlah penduduk yang tercatat sebanyak 501.605 jiwa, yang sudah ter-cover sebanyak 305.164 warga. Dari peserta aktif dan nonaktif BPJS tersebut, ternyata yang ditanggung Pemkab Gianyar sebanyak 1,88% atau 9.438 warga. "Jumlah ini kecil, mengingat Pemkab Gianyar bisa mengcover lebih banyak warga dengan tanggungan Pemda. 
 
Dijelaskan lagi, peserta mandiri sebanyak 56.000 warga lebih atau sekitar 17% lebih. Dari yang ikut kepesertaan BPJS Kesehatan, bahkan sebanyak 54.221 menjadi peserta non aktif atau nunggak bayar iuran. Dibeber lagi, jumlah tunggakan untuk peserta kelas 1 sebesar Rp 12,53 mikiar lebih, Kelas II sebesar Rp 13,62 miliar lebih dan Kelas III sebesar Rp 8,69 miliar lebih. Elly Widiani menjelaslan lagi, Pemkab Gianyar masih banyak memiliki peluang untuk mengcover wartanya sebagai peserta JKN. Dicontohkan, dengan mengcover perangkat desa masuk JKN dengan pembiayaan APBD. BPJS Kesehatan juga siap melakukan pendampingan bisa ada ditemukan rumah sakit yang meminta bayaran atas obat atau biaya lain. "Kami di tiap rumah sakit memikiki petugas pemantau, sehingga bila ada keluhan bisa disampaikan dan bisa mendapat pendampingan," tegasnya.sar

BERITA TERKINI