JA Teline V - шаблон joomla Форекс

GIANYAR
Typography
GIANYAR-fajarbali.com | Berawal dari pencabutan penjor milik Mangku Warka, Polres Gianyar memanggil prajuru Desa Adat Taro Kelod guna meminta klarifikasi, Kamis (16/6/2022). Penurunan penjor ini terjadi saat penampahan Galungan, sejumlah Prajuru adat diminta klarifikasi. 
 
Mengingat banyaknya warga Desa Adat Taro Kelod yang datang, pintu masuk ke Mapolres ditutup dan hanya yang berkepentingan dan dipanggil saja boleh masuk. Sementara itu, sejumlah warga duduk-duduk di trotoar jalan raya, depan Kantor Bupati Gianyar. 
 
Sebelum maauk ke Mapolres, Prajuru Desa Adat Taro, I Kadek Uka, mengatakan, setelah adanya informasi prajuru dipanggil Polres Gianyar, krama secara spontan ikut mendampingi. Terkait siapa saja yang mendapatkan surat panggilan, kata Uka, mulai dari Bendesa, kelian adat, ketua pecalang dan wakil-wakil adat. Dikatakan lagi, pemanggilan klarifikasi oleh Polres Gianyar dilakukan dalam waktu yang berbeda-beda. "Saat ini yang dipanggil adalah bendesa dan wakil-wakilnya. Sebelumnya kelian adat dan wakilnya," ujar Kadek Uka. 
 
Terkait pencabutan penjor di depan rumah Mangku Warka, disebutkan sebelumnya sudah dilakukan paruman adat. "Tidak dilakukan begitu saja, sebelumnya ada paruman adat," jelas Uka. Dalam kasus adat, Mangku Warka bukan warga desa adat, maka tidak berhak memasang penjor. "Yang bersangkutan bukan lagi krama Taro Kelod. Maka disepakati tidak punya hak dan kewajiban tinggal di sana. Namun karena dia tetap kekeh di sana. Maka prajuru mengambil tindakan tegas," terangnya. Bahkan penurunan penjor tersebut disebutkan bukan pengrusakan seperti yang beredar di Medsos. 
 
Pada kesempatan pemanggilan, Kasat Bimas Polres Gianyar, AKP Endrawan mengatakan, panggilan ini hanya bersifat untuk mengklarifikasi. Pihaknya meminta agar krama yang datang untuk tenang. "Kami bersyukur bahwa ratusan krama yang datang tetap menjaga ketertiban umum. Panggilan ini untuk mengkarifikasi, agar tahu bagaimana yang sebenarnya, supaya jelas," jelas Endrawan.sar

BERITA TERKINI