JA Teline V - шаблон joomla Форекс

GIANYAR
Typography

GIANYAR-fajarbali.com | Program angkutan siswa gratis di Kabupaten Gianyar pelayanannya di Bulan Januari ini terhenti. Sehingga di pagi hari atau di siang hari, biasanya kendaraan angkutan siswa gratis nangkring menunggu siswa, kini tidak ada lagi.

Walau demikian, masyarakat dan Organda Gianyar berharap program angkutan siswa ini bias beroperasi lagi secepatnya. Kadishub Gianyar, I Wayan Arthana, Rabu (9/1/2019) mengakui kalau program angkutan siswa gratis terhenti mulai 1 Januari 2019. Dikatakan Arthana, saat ini program tersebut sedang proses tender.

“Ini masih proses tender, kalau sudah ada pemenang, program itu langsung kita mulai lagi,” terang Arthana. Dikatakannya, paling tidak akhir Januari 2019 ini, sudah ada keputusan pemenang tender, sehingga program tersebut bisa berjalan seperti Tahun 2018 lalu.

Untuk melakukan angkutan siswa, untuk sementara 7 bus milik Dishub digunakan untuk angkutan siswa. Dimana sebelum program angkutan siswa gratis ini, 7 bus tersebut memang digunakan untuk angkutan siswa gratis. “Kalau angkutan siswa gratis sudah mulai, 7 bus itu ditarik ke Dishub lagi,” ujar Arthana.

Ketua Organda Gianyar, Made Ari Semadi ketika dikonfirmasi mengakui kalau dirinya banyak mendapat keluhan dari awak angkutan. Dirinya juga menjelaskan banyak dari siswa mengeluhkan kondisi tersebut dan ada beberapa yang naik kendaraan, justru ditarik ongkos.

“Karena di kendaraan masih ada banner AMAN untuk Siswa, penumpang beranggapan gratis,” jelasnya. Diharapkannya, agar program tersebut bisa terus berlanjut. Bahkan kalau bisa, diharapkan cakupan pelayanan bisa di semua kecamatan di Gianyar. Mengingat saat ini, bari Kecamatan Gianyar, Sukawati dan Blahbatuh saja yang mendapatkan program ini.  

Salah satu awak armada, I Nyoman Sujana (50) kini memilih antre penumpang di Kawasan Pasar Umum Gianyar. Sujana dan rekan-rekannya yang lain, sejak hari Senin lalu, tidak lagi mengutamakan penumpang siswa, karena  pelayanan  angkutan Siswa Trans Gianyar, dihentikan sementara. Demi asap dapur tetap mengepul, mereka kini hanya mengandalkan penumpang umum walau sedikit. “Kami berharap, bisa secepatnya melayani siswa. Kasihan juga siswa yang biasa kami antar jemput ini, kami tidak bisa lagi melayaninya  secara gratis. Kami juga tidak enak minta ongkos, karena itu kami pilih menghindar,” terang Sujana.

Supir lain, I Wayan Semat juga mengeluhkan hal yang sama. Selain kasihan dengan siswa, pendapatan mereka pun turun drastis. Saat melayani angkutan siswa gratis, pemasukan sebanyak Rp 212 Ribu dipastikan sudah masuk kantong setiap harinya. Namun, kini untuk mendapatkan pemasukan Rp 100 ribu  dalam sehari, dirasakan sangat sulit. 

“Kami hanya mendapat informasi jika angkutan siswa gratis ini pasti  beroperasi lagi. Namun tidak tahu kapan dimulainya. Kalau pemerimntah  bijaksana, sebaiknya pelayanan tetap berjalan agar kebutuhan siswa terpenuhi. Masalah ongkosnya, kami siap terima belakangan,” tuntasnya. (sar)