JA Teline V - шаблон joomla Форекс

GIANYAR
Typography

GIANYAR-fajarbali.com | Seorang teknisi mesin ATM, nekad menguras isi mesin ATM. Uang hasil curiannya dihabiskan untuk berjudi online. Pelaku, Enggal Dwi Saputra (30) asal Ngawi Jatim diganjar pasal 363 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara.

Kapolsek Ubud, Kompol Nyoman Nuryana membenrkan kejadian tersebut, Senin (4/3) kemarin. Dikatakannya, pelaku beraksi pada Minggu (10/2) tengah malam ketika ditugasi memperbaiki mesin ATM yang rusak. Hanya sayang, keahliannya memperbaiki mesin ATM yang rusak digunakan untuk kejahatan. Pada saat memperbaiki mesin ATM Bank Permata, Ubud pelaku melakukan aksinya dengan menguras isi mesin ATM. “Saat perbaiki mesin ATM, temannya disuruh beli obat dan pelaku pura-pura sakit. Setelah temannya pergi, catridgepenyimpanan uang dibuka pakai obeng. Lalu uang diambil satu gepok,” terang Kapolsek Kompol Nuryana. Ditambahkannya, uang satu gepok tersebut belum dihitung, dan pelaku belum tahu jumlahnya.

Usai memperbaiki mesin ATM, pelaku kembali bekerja dan seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Uang hasil curian disimpan dalam tas. “Jadi perampokan ini sudah terencana, saat temannya pergi dia mencuri. Saat temannya datang, pelaku bekerja seolah-olah tidak terjadi apa-apa,” tambah Nuryana. Pencurian ini beru diketahui 17 hari setelah kehilangan uang di mesin ATM. Dimana pihgak bank ketika melakukan perhitungan transaksi, kehilangan 261 lembar uang 100 ribuan. Berdasarkan laporan tersebut, tim Opsnal Polsek Ubud langsung memburu pelaku ke kantor pelaku di Jalan Tukad Badung XIX Denpasar.

Dari hasil penyelidikan, rupanya pelakunya mengarah ke salah satu teknisi. Pelakupun diburu saat Enggal menangani ATM di wilayah Sanggingan. Pelaku Enggal yang sempat mengelak mencuri dan berbelit-belit ketika ditanya polisi akhirnya mengakui perbuatannya.

Pelaku Enggal pun langsung dikeler ke Mapolsek Ubud untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. “Pengakuannya, pelaku lagi kekurangan uang dan sering main judi online, nuang hasil curian dihabiskan di judi online,” tambahnya.

Dihadapan petugas, pelaku mengaku tidak pernah berencana mencuri uang dalam ATM. “Ndak ada rencana, tiba-tiba saja ada niat ngambil ketika melihat kotak penyimpanan uang,” ujarnya. Diakui juga, dirinya menjalani judi online sejak tahun 2015. “ Uangnya habis semua, saya pakai taruhan judi,” ungkapnya. Kasus pencurian ini termasuk kasus kelima yang ditangani, termasuk kasus penganiayaan, pencurian HP, pencurian baju.(sar)