JA Teline V - шаблон joomla Форекс

GIANYAR
Typography

GIANYAR-fajarbali.com | Beberapa petugas berusaha menyelamatkan paus jenis Lodan di Pantai Rangkan, Desa Ketewel, Sukawati. Paus dengan berat 180 kg ini ditemukan masih dalam keadaan hidup oleh warga setempat dan berusaha diselamatkan. Namun usaha penyelamatan tersebut gagal.

Diduga paus ini mati karena adanya perubahan iklim yang ekstrim. Paus Lodan dengan nama ilmiah Kogiasima pertama kali ditemukan nelayan setempat, Senin sore. Saay ditemukan paus ini masih hidup, namun dalam kondisi lemas. Beberapa warga mencoba mendorong paus ini ke perairan, namun gagal dan kembali terdampar dalam keadaan mati. Warga akhirnya berinisiatif melaporkan penemuan paus tersebut ke BKSDA Bali.

“Saat didorong ke parairan sekitar 20 meter, namun hari ini (Selasa) kembali terdampar dan mati,” jelas salah satu petugas BKSDA Bali, Nyoman Yasa.

BKSDA Bali akhirnya kembali ke Pantai Rangkan, guna memastikan paus ini benar-benar sudah mati. Disisi lain, bangkai paus ini juga agar tidak terjamah masyarakat, misalnya diambil pada bagian tertentu.

“Paus Lodan ini tergolong paus yang dilindungi. Bukan saja saat hidup, bagian tubuhnya juga harus dilindungi,” jelas Sulistiyo Widodo yang menjabat Kasi Konservasi Wilayah II Gianyar, BKSDA Bali.

Sulistiyo mengungkapkan, paus ini dilindungi berdasarkan UU No 5 Tahun 1990, Tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem. “Ini jenis paus paling kecil. Paus ini dengan berat 180 kg panjang 222 cm dengan diameter 55 cm,” terangnya.

Diduga salah satu pemicu terdamparnya paus ini karena iklim yang ekstrim dan paus ini kesulitan berdaptasi di iklim yang ekstrim. “Untuk sementara bangkai paus ini di bawa ke Serangan, Denpasar. Disana akan diteliti dan mencari penyebab kematiannya,” tambah Sulistiyo.

Paus jenis pemburu ini berada di seluruh perairan di dunia dan menyukai suhu yang hangat. Paus ini juga termasuk jenis karnivora. Dari terdamparnya paus ini, mengalami luka pada bagian punggung dan mulut. “Namun masih perlu diotopsi di Serangan untuk mengetahui penyebab kematiannya,” jelasnya. (sar)