JA Teline V - шаблон joomla Форекс

GIANYAR
Typography

GIANYAR-fajarbali.com | Sampai 17 April mendatang, Disdukcapil Gianyar tidak akan menerbitkan E-KTP untuk WNA. Langkah ini disebutkan agar pencetakan e-KTP bagi WNA tidak dijadikan komuditas politik.

Di sisi lain, di Gianyar sendiri sebagai daerah wisata, banyak warga yang menikah dengan WNA atau WNA yang menetap lama di Gianyar.

Kadisdukcapil Gianyar, Putu Gede Bhayangkara, Selasa (19/3/2019) menyebutkan penerbitan KTP bagi WNA sesungguhnya bukan hal illegal. “Ini diatur oleh Undang-undang nomer 24 tahun 2013, tentang perubahan UU nomor 23 tahun 2006, bahwa setiap WNA yang memiliki ijin tinggal tetap di Indonesia, yang berumur 17 tahun ke atas atau berstatus sudah atau pernah menikah, wajib mengantongi e-KTP,” jelas Bhayangkara. Ditambahkannya, kepemilikan e-KTP WNA bukan hal yang ilegal, tetapi itu kewajiban yang diatur UU.

“Jadi, kalau tinggal di Indonesia dan memiliki ijin tinggal tetap dan berumur 17 tahun, menikah atau pernah menikah, wajib punya e-KTP,” ujarnya.

Ditambahkannya, bagi WNA meski wajib memiliki e-KTP, namun mereka dilarang untuk memilih dalam pemilihan umum (Pemilu). “Nah, kalau ada WNA yang masuk DPT, hal ini bukan ranah Dukcapil. Ini bisa saja terjadi karena KPU kurang teliti Coklit daftar pemilih,” tambahnya. Dari data Disdukcapil, dari Januari hingga Februari 2019 terdapat 18 WNA yang mendapatkan e-KTP.

Untuk menghindari hal yang tak diinginkan, sesuai arahan Dirjen Dukcapil Kemendagri, Maret ini Disdukcapil menunda penerbitan e-KTP untuk WNA. “Setelah Pemilu baru ada pencetakan, namun kami tetap melayani jika ada WNA yang melakukan proses administrasinya,” ujarnya. (sar)