JA Teline V - шаблон joomla Форекс

GIANYAR
Typography

GIANYAR-fajarbali.com | TPA Temesi Gianyar terbakar Senin (10/6/2019) dini hari. Api berasal dari tumpukan sampah yang sudah menggunung. Sejumlah warga di sekitar TPA mulai resah akibat kepulan asap yang dikeluarkan.

Bahkan api yang keluar dari tumpukan sampah meletup ke titik lain sehingga terdapat banyak letupan api. Damkar Gianyar menurunkan tiga armada utama dengan teknis menyedot lempar air irigasi. Api baru bias dijinakkan dengan pembasahan ketika hari sudah pagi.

Kebakaran TPA Temesi ini bukan kali pertama dan kebakaran Senin kemarin yang terparah. Kebakaran sebelumnya, hanya berupa bara di dalam tumpukan sampah dan hanya mengeluarkan kepulan asap. Kali ini, bara api yang terpendam berbulan-bulan itu akhirnya mencapai permukaan yang diduga mengandung gas metana. Letusan-letusan kalenng maupun botol mengandung gas, memicu letusan api dan beterbangan ke segala arah. Terlebih puluhan titik api kecil didapati sudah mengepung bangunan gudang pemilahan sampah.

“Kami lihat dari kejauhan ada sinar terang di sekitar TPA Temesi. Setelah kami ke lokasi, banyak sekali ada api di gunung sampah itu. Kami takut terkepung dan cepat beranjak untuk memberitahu warga lainnya,” jelas Angga yang kebetulan berada di lokasi.

Sebelumnya, Angga dan temannya mencoba memberitahu petugas jaga yang biasanya stand by di lokasi. Namun, kenyataanya, petugas jaga diinformasikan sedang mudik. Dalam kondisi panik, para remaja inipun menayangkan siaran langsung di sosmed hingga direspon petugas Damkar Gianyar. Aparat kepolisan dari Polsek Kota Gianyar pun turun ke lokasi untuk memastikan musibah itu tidak menimbulkan korban jiwa. 

Sejumlah Mobil Damkar dan petugas Polsek Kota Gianyar juga langsung meluncur ke lokasi. Dari koordinasi dengan petugas kepolisan dan Damkar, dari areal kebakaran seluas satu hektar lebih itu, pemadaman difokuskan pada titik pusat dan pemotongan penyebaran ke arah fasilitas yang ada di lokasi. “Syukurlah, petugas Damkar yang sudah berulangkali melakukan penanganan di lokasi ini sudah bertindak efektif untuk menghalau api agar tidak melebar. Tentunya kami akan meminta keterangan kepada instansinya, mengingat kebakaran ini terjadi berulangkali dan dikeluhkan masyarakat sekitar hingga beberapa desa terdekat,” jelas Kanit Patroli Polsek Kota Gianyar , Ipda IB Putranda.

Warga Temesi di sekitar TPA menjelaskan kepulan asap sampah TPA terus menyambung sejak Febuary lalu. Namun, kebakaran yang terjadi kali ini dinilai sedikit janggal, karena hari Minggu malam sekitar pukul 23.00 Wita, tidak terlihat ada kepulan asap tebal. Namun, terlihat aneh ketika api tiba muncul ke permukaan dan hampir merata ke seluruh gundukan. Bahkan, bukan rahasia lagi, jika sejumlah petugas di bagian pemilahan juga kerap membakar sampah di seblah gudang.

Kepala UPTD Persampahan DLH Kabupaten Gianyar, I Ketut Bambang Suandi, yang turut memantau proses penjinakan api juga mengaku tak habis pikir dengan kebakaran tersebut. Dikatakannya, beberapa jam sebelumnya, pihaknya tidak melihat tanda-tanda akan terjadi kebakaran.

“Penutupan portal sekitar 21.00 Wita, pihaknya tidak melihat adanya kepulan asap yang. Namun, tiga jam kemudian saya menerima laporan kobaran api besar dan banyak titik api di hampir semua areal,” jelas Bambang. Diduganya, ada hembusan angin malam yang memicu kobaran api dari bara dibalik tumpukan sampah. “Bulan sebelumnya , kepulan asap berasal dari tebing sungai, namun kobaran api tidak sebesar mala mini,” terangnya singkat. (sar)