JA Teline V - шаблон joomla Форекс

GIANYAR
Typography

GIANYAR-fajarbai.com | Salah satu duta Bali dalam ajang Pemilihan Putri Remaja Indonesia 2019, Putu Diah Pradnya Maharani masuk nominasi 10 besar dalam ajang tersebut. Selain meraih posisi 10 besar nasional, putri dari Bupati Gianyar Made Mahayastra ini terpilih sebagai  Putri Remaja Indonesia Intelegensia pada Grand Final di Balairung Soesilo Soedarman, Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata RI, Jakarta, Sabtu (7/7) lalu.

Diah Pradnya Maharani yang akrab dipanggil Gek Diah mengungkapkan kebahagiaan sekaligus rasa bangganya mampu membawa harum nama Bali dan juga Gianyar dalam ajang bergengsi. Gek Diah sendiri mengaku tampil percaya diri bersaing dengan 45 peserta perwakilan masing-masing provinsi di Indonesia. Disebutnya, kriteria sebagai remaja Indonesia adalah smart, behavior, beauty dan inspiring melekat kuat pada sosok remaja lulusan Gandhi Memorial Intercontinental School Denpasar ini. Sehingga tim juri memberi predikat Putri Remaja Indonesia Integensia disematkan pada Gek Diah.

“Putri Indonesia itu tidak hanya semata-mata cantik fisik saja, tapi juga harus cerdas memiliki kepercayaan diri tinggi dan memiliki rasa cinta tanah air yang tinggi,” ujar Gek Diah.

Sebelum tampil dalam ajang ini, Gek Diah memiliki sederet prestasi dirinya lebih dulu terpilih sebagai Remaja Putri Bali 2019. Tidak hanya mengandalkan tubuh tinggi langsing bak peragawati, sulung dari tiga bersaudara ini  juga memiliki kecerdasan dan kecantikan budi pekerti (inner beauty) yang patut ditiru. Deretan prestasi pernah diraihnya, seperti masuk semifinalis Olimpiade Kimia tingkat SMP se-Bali dan medali perunggu untuk Olimpiade Kimia tingkat SMP se-Bali tahun 2018 lalu.

Tidak hanya itu, Gek Diah yang mengaku akan melajutkan studi strata satu di Singapura jurusan Hubungan Internasional, juga berhasil meraih juara 1 siswa Berbudi Pekerti tingkat SMP Doremi Excellent School. Tidak hanya mumpuni di bidang science saja, Gek Diah juga menguasai beberapa tarian tradisonal Bali sebagai wujud kecintaannya pada seni dan budaya Bali.

“Prestasi yang saya raih ini saya persembahkankan khusus untuk orang tua, keluarga dan seluruh masyarakat yang mendukung saya melalui vote- nya sehingga saya bisa seperti sekarang ini, terima kasih banyak,” ucap Gek Diah penuh rasa terima kasih.

Ibunda Gek Diah, I.A Surya Adnyani Mahayastra, dihubungi terpisah mengaku sangat bangga dengan prestasi yang diraih putri sulungnya. Menurutnya, Gek Diah sejak kecil memang hobby menari, modelling, travelling menikmati keindahan alam. Sebagai orang tua, dirinya bersama sang suami Made Mahayastra  hanya mensupport dan mengarahkan saja, semua terserah pada anak-anak.

“Kami selaku orang tua hanya mensupport anak-anak saja, apa yang terbaik buat mereka karena mereka yang akan menjalani kehidupannya kelak. Yang penting itu tidak menyimpang dari agama dan norma norma sosial,” tegas I.A Adnyani Mahyastra. Adnyani Mahayastra berharap semoga Gek Diah dapat mengamalkan semua ilmu yang ia dapat selama mengikuti proses pemilihan Putri Remaja Indonesia untuk kepentingan orang banyak. (sar)