JA Teline V - шаблон joomla Форекс

GIANYAR
Typography

GIANYAR-fajarbali.com | Tim Gabungan dari Satpol PP Gianyar dan Dishub Gianyar melakukan penertiban di sepanjang ruas jalan IB Mantra wilayah Gianyar. Penertiban ini menyasar pedagang yang menggunakan bahu jalan untuk berjualan. Bahkan dari penertiban ini turt pula Kabid Trantib Pol PP Provinsi Bali, Komang Kusuma Edi yang turun langsung untuk melakukan penertiban, Senin (15/7/2019).

Kusuma Edi menjelaskan penertiban disepanjang jalan I.B Mantra sebagai penegakan Perda No. 4 th. 2016. “Penertiban kali ini merupakan bentuk penegakan peraturan daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2016 tentang penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan jalan,” ujar Kusumaedi disela-sela penertiban. Ditambahkannya, bila masyarakat dibina dengan baik pasti akan patuh, “Tapi kalau bandel kami akan ambil tindakan tegas. Tindakan pembinaan rutin kita lakukan dengan membuat surat pernyataan kalau membandel kita arahkan sekeras-kerasnya agar mereka mematuhi aturan,” tegasnya.

Sementara itu Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP Provinsi Bali, I Wayan Anggara menambahkan bahwa penertiban kali ini merupakan pengamanan jalur I.B. Mantra dari aktifitas yang menggunakan trotoar dan bahu jalan tidak sesuai dengan fungsinya. “Yang kami tekankan yaitu pasal 13 Perda Provinsi Bali yang isinya setiap orang atau badan usaha dilarang menyelenggarakan kegiatan pada jalan provinsi kecuali atas ijin gubernur. Dimana penertiban kali ini banyak terjadi pelanggaran pada point f yaitu menggunakan bahu jalan (trotoar) tidak sesuai dengan fungsinya,” ujar Wayan Anggara.

Ditambahkan Kabid Trantib Pol PP Gianyar, Agung Putra bahwa tindakan penertiban yang dilakukan di Bypass I.B.Mantra Ketewel juga sesuai dengan Perda Kabupaten Gianyar No.15 th 2015 tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat. “Penertiban kali ini juga sesuai dengan Perda No.15 th 2015 pasal 13 yang isinya setiap orang atau badan dilarang berdagang, berusaha dibagian jalan/trotoar, halte, penyebrangan orang dan tempat-tempat untuk kepentingan umum,” tegas Agung Putra. (sar)