JA Teline V - шаблон joomla Форекс

GIANYAR
Typography

GIANYAR-fajarbali.com | Ni Luh Mustika Sari, balita berumur dua tahun, asal Singaraja, yang tinggal di Banjar Ponggang, Desa Puhu, Payangan nampak kurus dan tidak seceria Balita lain.  Balita ini tinggal bersama nenek dan kakeknya sebagaiburuh kerajinn bambu.

Disebutkan Balita ini ditinggal kedua orangtuanya, setelah ia keluar dari rumah sakit di Denpasar, dua bulan lalu. Ni Luh Mustika juga mengalami hari dalam kondisi sakit-sakitan. Dimana kondisi tubuhnya sangat kurus, serta mengalami penyakit tuberkulosis (TBC), yang dapat menular. Lantaran ekonomi kakek-neneknya yang tidak menentu, sehingga Ni Luh Mustika tidak bisa mendapatkan perawatan medis yang layak.

Terlebih lagi, saat ini kakek-neneknya tersebut juga memiliki anak, yang masih berumur 11 bulan. "Saya belerja di Ponggang sebavai buruh, penghasilan tidak tetap. Apalagi saya punya anak umur 11 bulan, sayaembutuhkan bantuan," Harap ujar nenek Ni Luh Mustika, Ni Wayan Martini, Senin (29/7).

Martini menceritakan, sebelum Ni Luh Mustika dirawatnya di Banjar Ponggang, sebelumnya bayi tersebut diajak merantau oleh kedua orangtuanya di Denpasar. Sekitar dua bulan lalu, Ni Luh Mustika jatuh sakit, lalu dirawat di Rumah Sakit Wangaya. Pulang dari rumah sakit, kedua orangtuanya menitipkan bayi ini pada dirinya. Setelah itu, kedua orangtua Ni Luh Mustika hilang tanpa jejak. Bahkan sepeda motor milik Martini juga dilarikan oleh ayah Ni Luh Mustika.

Murtini menutuekan akibat cucunya tersebut kekurangan gizi, perkembangan pertumbuhannya raltif lambat. Bahkan di usianya yang sudah menginjak dua tahun, Ni Luh belum bisa berjalan. Kondisi ini juga memberatkan Murtini dalam mengasuh Ni Luh. Diakibatkan Ni Luh mengalami TBC, sehingga perawatannya dipisahkan dari keponakannya yang masih berumur 11 bulan. “Kami berharap mendapat jalan keluar, semoga ada yang membantu, agar kondisi cucu saya bisa membaik,” harapnya. (sar)