JA Teline V - шаблон joomla Форекс

GIANYAR
Typography

GIANYAR- fajarbali.com I Setelah mengikuti pelatihan tata rias pengantin ‘Bali Agung’ selama lima hari di Disdik Gianyar, sebanyak 25 orang kader salon desa mengikuti uji kompetensi. Uji kompetensi dilaksanakan di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar, Selasa (29/10) lalu.

Uji kompetensi mendatangkan tim penguji dari Lembaga Sertifikasi Kompentesi (LSK) Tata Rias Pengantin Pusat, Dra. Hj Suyadmi Anun dan Hj. Titik Suharto. Uji kompetensi dilaksanakan untuk memberikan pengakuan dan legalitas terhadap keahlian yang dimiliki oleh pengelola salon desa sehingga bisa bersaing di masyarakat. Selain ujian tertulis peserta juga diuji berupa praktek langsung merias model, menerapkan yang didapat selama pelatihan.

Salah satu peserta, Wayan Sutri Artini dari Salon Desa Kendran, Tegallalang mengatakan, sangat mengapresiasi kegiatan pelatihan dan uji kompetensi yang dilaksanakan Dinas Pendidikan bekerjasama dengan TP PKK Kabupaten Gianyar. Karena selama ini, dirinya merasa belum percaya diri untuk merias payas agung. Selama ini, hanya melayani merias untuk Tari Rejang Renteng setiap ada piodalan di desanya. “Selama ini belum pernah merias pengantin Bali Agung. Setelah mendapat pelatihan saya menjadi mengerti dan lebih percaya diri,” kata Sutri Artini.

Kadisdik Gianyar, I Wayan Sadra mengatakan, program ini terlaksana sebagai bentuk dukungan terhadap program TP PKK Kabupaten Gianyar melalui program Pendidikan Kecakapan Hidup untuk membantu serta memberdayakan masyarakat di desa utamanya kaum ibu-ibu dalam rangka meningkatkan penghasilan keluarga melalui Salon Desa. “Mungkin ibu-ibu merasa sudah menguasi keterampilan ini. Tetapi belum memiliki sertifikat. Sertifikat kompetensi ini sangatlah penting, karena kedepannya semua profesi akan di sertifikasi,” imbuh Sadra.

Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar, Ny. Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra mengatakan, uji kompetensi ini dilaksanakan setelah sebelumnya kader pengelola juga mendapatkan pelatihan tata rias. Uji kompetensi ini juga sebagai bentuk apresiasi terhadap semangat dan kerjakeras pengelola dalam hal pengembangan dan ketrampilan diri sehingga keberadaan Salon Desa tetap eksis dan berkembang pesat dan manghadapi persaingan dengan lembaga kecantikan lainnya. “Dengan memiliki serifikasi kompetensi, Pengelola akan lebih percaya diri dalam menjalankan usahanya. Disamping itu, sertifikat kompetensi ini sangat penting untuk menjawab tantangan persaingan ke depan,” jelas Ny Adnyani Mahayastra.

Tim penguji dari LSK Pusat, Hj Suyadmi Anun mengatakan, kesan positif sudah dimiliki oleh Tim Penguji dari etika yang ditunjukkan oleh para peserta. Dilihat dari unjuk kerjanya, hasil yang ditunjukkan oleh peserta sudah bisa dibilang bagus melebihi standar. Begitupula dari nilai uji teori yang diberikan, dikatakan semua peserta menunjukkan hasil yang bagus. “Tidak ada yang menyalahi pakem. Karena uji kompetensi adalah uji kompetensi tata rias penganten tradisional yang sesuai pakem,” terang Hj. Suyadmi Anun. Pelatihan salon desa ini diharapkan bisa membawa manfaat, sehingga warga desa bias memanfaatkan usaha tersebut.W-010