JA Teline V - шаблон joomla Форекс

GIANYAR
Typography

GIANYAR - fajarbali.com | Desa Taro, Kecamatan Tegalalang satu-satunya wakil Bali dalam Lomba Desa Nusantara Nasional 2019 optimis mendapat posisi 3 besar nasional. Hal ini disampaikan Kadisparda Gianyar, AA Gede Putrawan, Rabu (20/11/2019). “kami presentasi bersama 10 besar desa wisatan nusantara, kami optimis meraih 3 besar nasional,” jelas Gung Putrawan.

 

Dikatakan Gung Putrawan, 10 Desa Wisata katagori maju diantaranya dari Kabupaten Garut, Banyuwangi, Sleman, Bantul, Banyumas, Magelang. “Persaingan sangat ketat, semua desa wisata ini memiliki potensi unggulan masing-masing,” terang Gung Putrawan. Keputusan Desa Taro sebagai 10 desa wisata katagori maju pada 1 November lalu, yang ditandatangani Dirjen Pembangunan dan Pemberdaaan Desa, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Disebutnya dewan juri dari Kementerian, Dewan Ketahanan Nasional dan Praktisi Pariwisata.

 

Pembawa materi yang juga Ketua Pokdarwis Desa Taro, Wayan Wardika menyebutkan Desa Taro memiliki beragam potensi dan masih ada potensi pariwisata yang akan dikembangkan. Saat ini potensi yang sudah dikembangkan adalah wisata Lembu Putih, Wisata Spiritual Pura Gunung Raung, Hutan Desa Taro. “Semua potensi wisata kami ramah lingkungan dan dekat dengan lingkungan,” jelas Wardika.

 

Kedepannya, potensi wisata yang ingin dikembangkan adalah wisata alam, seperti; tracking di persawahan, jalur sepeda, air terjun dan potensi lain seperti pengembangan pondok wisata di tengah pemukiman penduduk. “Semua potensi kami kembangkan dengan satu syarat tidak merusak lingkungan dan dekat dengan alam,” tegasnya. Bahkan dikatakannya, pengembangan pariwisata tidak boleh mengekploitasi alam atau alih fungsi lahan, namun menyelamatkan alam. “Kami sangat berusaha seminimal mungkin memanfaatkan lahan pertanian, justru kami menyelamatkan,” tukasnya.(sar)