JA Teline V - шаблон joomla Форекс

GIANYAR
Typography

GIANYAR - fajarbali.com | Desa Celuk yang dulunya terkenal dengan pengerajin peraknya, sekarang ini kondisinya hampir mulai ditinggalkan oleh para konsumen pecinta perak, pasalnya transaksi jual beli perak bisa dilakukan secara online. Guna meningkatkan kembali transaksi perak di Celuk, Sukawati, Gianyar. Serta, mempertahankan image untuk tidak berubah pola bisnisnya, memilih yang lebih menguntungkan dari pada menjual perak. Sehingga, Desa Celuk, Sukawati, Gianyar perlu penataan kembali dengan membentuk satu pasar perak disana. Artinya pasar tersebut akan mewakili seluruh artshop didalamnya.

 

 

 

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Sari Gumi Bali Tour, Komang Takuaki Banuartha, pihaknya menginginkan perlunya pasar perak tersebut untuk menstabilkan harga perak. Sehingga, minat wisatawan untuk datang dan membeli ke pasar perak menjadi tinggi. "Saya harap Pak Gubernur Bali, Wayan Koster bisa membuat pasar perak seperti wantilan, yang nantinya semua art shop punya counter didalamnya. Dan pengelolaannya bisa diatur, kalau tamu ingin barang yang lebih exclusive tinggal diarahkan ke art shopnya," tandasnya Kamis (28/11/2019).

Pasar perak yang nantinya berbentuk seperti wantilan untuk menonjolkan budaya dan tradisi Bali menarik daya kunjungan wisatawan. Maka, untuk merealisasikan pasar tersebut pihaknya menginginkan kerjasama masyarakat dengan travel, jangan hanya segi bisnisnya saja yang dibicarakan tetapi pikirkan untuk jangka panjang selanjutnya. 

"Ide-ide bisnis disini perlu dibicarakan bersama-sama, untuk jangka panjangnya," tandasnya Komang Takuaki Banuartha yang juga menjadi Dewan Pengawas Tata Krama di Asita Bali. 

Dibentuknya pasar perak karena, konsep perkembangan jamanlah yang membuat seperti itu. Pasalnya, kalau membuat art shop dengan gedung yang megah para wisatawan sudah tidak terlalu meliriknya disebabkan karena tamu sudah takut terlebih dahulu masuk belanja ke art shop ada permainan komisi disana, dan itu bukan lagi menjadi rahasia umum lagi.

"Sekarang ini sudah canggih, tamu bisa ngecek harga barang melalui online. Maka dari untuk menarik minat tamu belanja di Celuk kita ubah konsepnya, bentuk pasar perak sekaligus memperlihatkan budaya dan tradisi Bali," imbuhnya. (kdk).