JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KARANGASEM
Typography
AMLAPURA-fajarbali.com | Untuk menjamin ketersediaan bahan pokok makanan atau sembako warga yang menjalani karantina mandiri, Pemkab Karangasem mulai April 2021 ini dipastikan akan diberikan bantuan sembako selama menjalani masa karantina. Pemberian bahan sembako ini, diambilkan dari pos anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) yang ada di Dinas Sosial Karangasem.
 


Sekda Karangasem, I Ketut Sedana Merta, Rabu (7/4/2021) kemarin, mengatakan, pemberian bantuan sembako ini akan dimulai per April ini. Sebelumnya, warga yang sedang menjalani karantina mandiri belum bisa dianggarkan namun pemerintah Karangasem tetap memberikan bantuan sembako melalui Corporate Social Responsibility (CSR).

“Sebelumnya kita berikan mereka bantuan diambilkan melalui CSR, per 29 Maret warga yang karantina mandiri sudah bisa kita ambilkan melalui BTT pemkab Karangasem,” ujar Sedana Merta.

Baca Juga :
Terapkan Prokes, Pujawali di Pura Sad Kahyangan Lempuyang Tetap Digelar Selama Lima Hari
Cemagi Canangkan Gerakan Merdeka Bebas Sampah Plastik, Wabup Suiasa Sumbangkan 100 Kg Beras


Permohonan bantuan BTT untuk warga yang dikarantina mandiri,kata Sedana Merta, yang bersangkutan cukup melangkapi persyaratan mulai dari KTP,KK,surat keputusan (SK) tentang penetapan karantina dari Perbekel ataupun Lurah. Selain itu, syarat lainya permohonan BTT juga harus ada surat keterangan dari Puskesmas setempat.

”Cukup dilengkapi data diri,SK dari Perbekel atau lurah dan surat keterangan dari Puskesmas, karena merekalah yang mengetahui mana warga yang sedang menjalani karantina mandiri,” ujarnya lagi.

Sedangkan untuk desa yang sudah menganggarkan pemberian bahan makanan atau sembako kepada warga yang sedang menjalani karantina, tidak lagi membuat usulan ke pemkab Karangasem. Hal itu, katanya lagi, agar pemberian bantuan tidak ganda sehingga bisa dialihkan kepada warga lainya yang belum mendapat.

“Kalau sudah dari Desa memberikan, BTT tidak dapat lagi biar tidak double, sehingga anggaranya kita alihkan bagi desa yang belum mengusulkan,” ujarnya lagi.

Ditambahnya, besaran bantuan bahan makanan atau sembako ini sama halnya dengan bantuan ditahun 2020 lalu. Sedana Merta juga mengakui, keterlembatan pemberian bantuan sembako kepada warga yang karantina mandiri karena sebelumnya pihaknya harus mendapat pendampingan dari instansi terkait.

“Agar tidak terjadi permasalahan kita memerlukan pendampingan dari kejaksaan, sehingga pemberian sembako baru bisa kita berikan,” ujarnya lagi. (bud)