JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KARANGASEM
Typography
AMLAPURA-fajarbali.com | Bupati Karangasem, I Gede Dana hadir dalam Grand Final Lomba Mixologi Arak Bali serangkaian ulang tahun Partai PDI P ke-48 yang dilaksanakan di Taman Soekasada, Desa Ujung Karangasem, Sabtu (2/5/2021) lalu. Lomba Mixologi Arak yang dibuka Ketua DPD PDI Perjuangan Bali, Wayan Koster merupakan salah satu komitmen pemerintah dalam membawa arak ke level dunia.



Bupati Karangasem yang juga sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Karangasem,  I Gede Dana, menyampaikan, lomba mixolpgi arak ini di diharapkan bisa melestarikan arak tradisional dan juga mampu mengangkat pariwisata khusus Karangasem dan Bali pada umumnya. Dengan lomba mixologi arak, selain untuk melestarikan arak tradisional diharapkan akan mampu mengangkat citra pariwisata Karangasem.

“Di Karangasem banyak warga yang mengantungkan perekonomianya dengan membuat arak tradisional,” ujar bupati Gede Dana.

Baca Juga :
Desa Tri Eka Buana Berharap Bantuan Pembangunan Museum Arak
Tiarap, Balap Liar Malam Hari Terus Diobok-obok, Aparat Bekerjasama dengan Pecalang Tertibkan Balap Liar
 

Disisi lain, Kordinator acara Grand Final Lomba Mixologi Arak Bali, Made Ramia Adnyana, menyampaikan, lomba yang digelar dalam rangka HUT PDIP ke-48 ini, diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia juga mengatakan, Lomba Mixologi arak diharapkan mampu menjembatani petani untuk lebih meningkatkan produksi arak secara maksimal.

“Taman Soekasada Ujung sebagai lokasi Grand Final ini karena memiliki nilai historis yang sangat luar biasa, ini tak lepas dari nilai historis arak Bali yang merupakan peninggalan leluhur yang mesti dilestarikan,” ujar Ramia Adnyana.

Sedangkan, Ketua DPD PDIP Bali, yang juga sebagai gubernur Bali,  Wayan Koster, mengatakan, salah satu keberpihakan pemerintah provinsi Bali terhadap para petani dan pengerajin arak yakni dengan terbitnya Peraturan Gubernur Bali Nomor 1 tahun 2020 tentang tata kelola minuman fermentasi dan atau destinasi khas Bali. Sejak terbitnya Pergub itu, ucap Koster, arak Bali sekarang bisa lebih berkembang sehingga kedepan diharapkan arak akan mempu bersaing ditigkat dunia.

“Karangasem dikenal sebagai daerah penghasil arak Bali dengan kualitas paling bagus. Dulunya arak sangat sulit berkembang karena kerap disita oleh polisi. Namun sejak terbitnya Peraturan Gubernur Bali Nomor 1 tahun 2020 tentang tata kelola minuman fermentasi dan atau destinasi khas Bali, arak Bali sekarang bisa lebih berkembang,” ujarnya. (bud)