JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KARANGASEM
Typography
AMLAPURA-fajarbali.com | Meski baru memasuki tahapan rancangan awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (Ranwal RPJMD), tetapi pembahasanya di gedung DPRD Karangasem sudah berlangsung cukup alot. Alotnya pembahasan ranwal RPJMD ini selain masukan dari anggota DPRD Karangasem sekaligus untuk penyempurnaan RPJMD bupati terpilih selama lima tahun kedepan. 



Rapat kerja yang digelar pada Senin (3/5/2021) kemarin, dipimpin ketua DPRD I Wayan Suastika, sedangkan I Ketut Sedana Merta menjadi motor di jajaran eksekuif. Sejumlah pertanyaan dan masukan terkait isi ranwal RPJMD tidak saja datang dari fraksi Golkar, NasDem maupun partai oposisi lainya. Namun juga datang dari fraksi pendukung pasangan bupati I Gede Dana dan Wayan Artha Dipa yakni fraksi PDI Perjuangan. 

Fraksi NasDem melalui I Made Juwita menyampaikan, secara umum pihaknya sangat mendukung ranwal RPJMD bupati terpilih lima tahun kedepan. Dengan penjabaran visi misi dan program di dalam RPJMD itu, pihaknya juga mewanti-wanti agar apa janji-janji politik agar tercapai.

"Misalnya PAD, kenaikanya harus dikejar lagi, jangan mengandalkan hanya dari pusat maupun provinsi. Apalagi dalam situasi pandemi, Karangasem harus mampu berdiri diatas kaki sendiri sesuai visi misi bupati," ujar Juwita. 

Baca Juga :
Tim Gabungan Kembali Gelar Sidak Masker, Temukan 30 Pelanggar
Niat Membantu Karena Kasihan, HP Bapak Ini Malah Dibawa Kabur Waria
 

Hal serupa juga disampaikan ketua fraksi Golkar, I Nyoman Sumadi. Menurutnya, dari sekian penjabaran dengan enam skala prioritas, masih ada yang dinilainya belum masuk. Salah satunya, di sektor pertanian dan Pariwisata, untuk menjadikan kedua sektor itu handal, sudah pasti harus dibarengi dengan infrastruktur yang memadai.

"Pembangunan pertanian tangguh, dan pariwisata yang handal. Tapi tidak dibarengi dengan pembangunan infrastruktur yang baik itu akan rugi juga, sebaiknya infrastruktur juga dimasukan untuk dibenahi," ujarnya. 

Selain itu di sektor pendidikan, Sumadi juga memberikan masukan  pemberian bea siswa kepada mahasiswa asal Karangasem di pergurun tinggi negeri. Hal ini, untuk menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) handal kedepanya.  Saat ini, pemerintah daerah masih berkutat pada pembentukan SDM dari SD, SMP dan SMA. Sehingga pembentukan SDM juga mesti di pikirkan  untuk jenjang perguruan tinggi.

"Pemkab bisa memberikan saluran ataupun memfasilitasu ke pemerintah pusat untuk bisa anak-anak asal Karangasem mendapt bea siswa ke perguruan tinggi negeri. Banyak kok anak-anak kita memiliki prestasi,itu harus di kelola untuk menyiapkan SDM kedepan," ujarnya lagi. 

Sumadi juga memberikan masukan pada peningkatan PAD, agar menerapkan digitalisasi disemua sektor merupakan tuntutan kebutuhan daerah untuk dapat segera keluar dari permasalahan. Jika sistem digitaliasasi tidak diterapkan, Karangasem akan tetap menjadi juru kunci dalam semua hal. Sumadi juga mencotohkan sistem digitalisasi pada pendapatan, sepanjang masih sistem manual, kebocoran akan tetap tinggi, paling bertahan 1600 truk/ bulan dan itoun hanya  bisa bertahan 2 bulan.

“Kalau dengan sistem digital e portal, para sopir truk hanya dengan gesek atau tempel kartu berbayar, palang portal baru bisa terbuka, tidak ada kong kalikong. Arus aliran dana dapat dipantau tiap menit masuk ke kas daerah, dan fraksi Golkar ingin Karangasem era baru bisa terwujudkan,” ujarnya.

Sedangkan I Wayan Sumatra dari fraksi PDIP menyampaikan agar eksekutif dalam penulisan data dalam RPJMD benar-benar riil. Sumatra juga mencontohkan, angka kemiskinan, buta huruf, maupun IPM dicantumkan sesuai yang ada. Sumatra meminta penulisan data jangan hanya bertujuan untuk bapak senang.

"Hal seperti itu sebaiknya di hilangkan dalam kepimpinan bapak Gede Dana, kalau memang kemiskinanya naik, ya buat naik. Eksekutif jangan menjerumuskan pemimpin dengan data yang tidak riil dilapangan," ujarnya. (bud)