JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KARANGASEM
Typography
AMLAPURA-fajarbali.com | Bupati Karangasem, I Gede Dana tak mau setengah-setengah dalam membuat program. Bupati menginginkan program yang dibuatnya itu dapat langsung menyentuh masyarakat Karangasem. Sehingga sebelum program itu jalan, dirinya pun terus melakukan sosialisasi dengan jajaran camat, Perbekel hingga ke kepala wilayah. 

Seperti pada Senin (7/6/2021) kemarin, bupati melakukan sosialisasi program fasilitas kesehatan antar jemput pasien. Bupati melakukan sosiasliasi di tiga tempat, yakni kecamatan Kubu, Kecamatan Abang dan Kecamatan Karangasem serta Bebandem. Bupati I Gede Dana menyampaikan, sosialisasi program layanan antar jemput pasien merupakan sebagai upaya untuk mematangkan program tersebut setelah dijalankan. Jangan sampai, program jalan tetapi masyarakat tidak mengetahuinya.

"Sebelum jalan, kita upayakan melakukan sosialisasi terlebih dahulu, sehingga begitu jalan semuanya sudah siap," ujar Bupati Gede Dana saat sosialisasi program di wantilan pemkab Karangasem. 

Baca Juga :
Samakan Persepsi, Kadisdikpora Buleleng Terbitkan SE Tentang Cara Penulisan Ijazah
Viral Video Pesta Seks di Salah Satu Vila di Badung, Parwata Minta Pemerintah Awasi Privat Akomodasi


Gede Dana juga mengatakan, program layanan antar jemput pasien ini, diberikan kepada masyarakat yang membutuhkanya. Bupati pun meminta, para Perbekel agar melakukan sosialisasi ke masyarakat terutama teknis bagaimana caranya mendapatkan pelayanan antar jemput pasien ini. Sehingga masyarakat nantinya tidak lagi bertanya-tanya saat hendak mempergunakan layanan ini.

"Saya harapkan, masing-masing dusun minimal ada dua orang nomor HP nya yang didaftarkan ke masing-masing rayon, mereka bisa saja kawilnya atau BPD desa, jadi ketika ada masyarakat yang hendak mempergunakan cukup menghubungi siapa yang terdaftar di rayon," ujarnya lagi. 

Gede Dana mengatakan, kenapa harus melapor dulu kepada kawil atau BPD desa, agar layanan antar jemput pasien tidak dipergunakan secara sembarangan. Ia pun mencontohkan, jika tidak melalui kawil ditakutkan oknum yang tidak bertanggungjawab bisa saja sengaja menelphone rayon, akan tetapi setelah didatangi malah tidak ada.

"Ini untuk antisipasi saja, kalau sudah melalui kawil atau BPD, mereka juga harus menunggu sampai mobil antar jemput datang," ujarnya lagi. 

Seperti diketahui, pemkab Karangasem melalui dinas Kesehatan meluncurkan program antar jemput pasien. Program yang digagas bupati I Gede Dana ini, disiapkan 18 unit mobil eks opersional anggota DPRD Karangasem. Armada antar jemput pasien ini, ditempatkan di 18 rayon lengkap dengan sopir dan tenaga kesehatanya. (bud)