KARANGASEM
Typography

AMLAPURA-fajarbali.com | Gempa berkekuatan Magnitudo 4,8 yang merusakan ribuan rumah warga rusak berat serta satu korban jiwa di Desa Ban,Kecamatan Kubu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dengan didampingi BPBD  Karangasem melakukan pengecekan serta penelusuran jalur sesar di Desa Ban. Hal itu dikatakan Plt Kabid Kebencanaan dan Kesiapsiagaan, BPBD Karangasem, Putu Eka Putra Tirtana,Kamis (21/10/20121).

Putu Eka Putra Tirtana, menyampaikan, pengecekan dilakukan untuk mengetahui kondisi tanah dan lapisan tanah yang ada di Desa Ban. Mengingat, sebutnya, gempa telah membuat ribuan rumah warga mengalami kerusakan berat bahkan ambruk. Sehingga, dilakukan pengecekan dan penelusuran jalur sesar. “Pengecekan untuk memastikan penyebab gempa yang membuat kerusakan cukup parah,” ujarnya.

 

Eka Tirtana juga menyampaikan, untuk melakukan pengecekan itu PVMBG menggunakan alat mikrotremor dengan menyisir beberapa titik dilokasi gempa yang dampaknya paling parah. Dari pengecekan dan penelusuran itu diketahui, kata Eka Tirtana,bahwa lapiran bebatuan di banjar dinas Jati Tuhu agak tipis,dengan lapisan atasnya agak tebal yang memungkinkan membuat bangunan warga rusak, retak bahkan ambruk. “Kemarin dilakukan pengecekan dan penelusuran jalur sesar  di banjar Dians Jati Tuhu dan Temakung, yang merupakan wilayah paling parah terdampak gempa,” ucapnya lagi.

 

Sementara di banjar Dinas Temakung, petugas PVMBG menemukan kondisi tanah agak berbeda dengan di Banjar Dinas Jati Tuhu. Di Temakung, lapisan bebatuan agak tebal, dan lapisan atasnya tipis. Eka Tirtana juga menyebut, selain dua banjar Dinas tersebut, Petugas PVMBG terus melaksanakan penelurusan dan mencari penyebab gempa. Untuk hari Kamis (21/10) kemarin, penelusaran rencana ke Banjar dinas Bonyoh dan Manik Aji. “Data-data yang didapatkan itu dengan mempergunakanalat mikrotremor akan digunakan untuk mengeluarkan  rekomndasi dari PVMBG,” ucapnya lagi. (bud)