JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KARANGASEM
Typography

AMLAPURA-fajarbali.com  I Disaat warga lain menikmati masa cuti bersama berkumpul dengan keluarga atau berlibur, cara berbeda dilakukan oleh bupati Karangasem,I Gede Dana yang memilih mendatangi masyarakat agar bisa lebih dekat serta menyerap aspirasi masyarakat. Selain itu, Bupati menyapa sendiri juga dipergunakan untuk menyampaikan program dan kebijakan pembangunan pemkab Karangasem selama kepemimpinan Bupati Gede Dana-I Wayan Artha Dipa.

 

Program bupati menyapa pun mendapat tanggapan yang luar biasa dari para tokoh yang hadir seperti Perbekel,Kelian Desa Adat,Kelian Banjar Dinas,kelian banjar adat,kelian dadia hingga para tokoh lainya. Menurut mereka, bupati menyapa setidaknya akan mendekatkan bupati dengan masyarakat karena bisa langsung menyampaikan permasalahan yang dihadapi di masing-masing desa sehingga mendapat penanganan. Program bupati menyapa sendiri dilaksanakan dalam mengisi cuti bersama dalam rangka Hati Raya Idul Fitri dari tanggal 1 Mei hingga 8 Mei mendatang.

 

Dari aspirasi yang disampaikan, sebagain besar aspirasi pembangunan infrastruktur jalan penghubung antar desa,antar kecamatan. Selain itu, pelayanan kesehatan BPJS Kesehatan. Penanganan sampah, air Telaga Waja,pembangunan tower telekomunikasi sebagai akses internet dalam berkomunikasi, penanganan jalan rusak,kekurangan guru SD,hingga persoalan di desa adat maupun lainya. 

 

Sedangkan Bupati menyapa sendiri diawali dari Desa Budakeling,Desa Bhuana Giri dan Desa Sibetan,kecamatan Bebandem, pada Minggu (1/5) lalu. Dihadapan para perbekel,Kelian Desa Adat,Kelian Banjar Dinas,kelian banjar adat,kelian dadia serta tokoh masyarakat lainya, bupati memaparkan capaian program yang telah dilaksanakan selama hampir 1 tahun dua bulan menjabat. 

 

Di tiga desa di Kecamatan Bebandem ini, bupati Gede Dana menyampaikan, sesuai dengan janji saat kampanye dalam meningkatkan bantuan untuk desa adat, desa dinas dan banjar adat. Untuk banjar adat sendiri tahun 2022 naik menjadi Rp 25 juta. Begitupula di Desa Adat, serta desa Dinas dengan menaikan dana ADD naik menjadi 11,5 persen dari sebelumnya 10 persen. "Itu komitmen kami,dengan menyisir anggaran untuk meningkatkan bantuan kepada Desa Adat,desa dinas dan banjar adat," ucap bupati. 

 

Sedangkan dihari kedua bupati menyapa, Senin (2/5), Bupati Gede Dana menyasar kecamatan Kubu yang diawali dari Desa Sukadan,Desa Ban,Desa Tianyar dan Desa Tianyar Barat. Di kecamatan Kubu ini,bupati Gede menyampaikan, untuk saat ini pihaknya masih terus melakukan komunikasi dengan Balai air untuk bisa mengalirkan air Telaga Waja. Dikatakanya, untuk membawa air Telaga Waja ke wilayah Kubu, masih dibutuhkan pembangunan reservoar. Kendalanya,kata Bupati, pihak Balai sendiri tidak memiliki lahan di wilayah Abang yang bisa di bangun reservoar. "Pemkab ada lahan, tapi terkendala anggaran, sedangkan kalau reservoar dibangun oleh Balai lahan tidak boleh dimiliki pihak lain, kalau balai yang membangun lahanya juga milik balai, ini yang masih harus di komunikasikan terus," ucap bupati. 

 

Selain itu, dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Kubu,pihaknya juga berencana menaikan status type RS Pratama menjadi RS type D.  Bahkan diakui Gede Dana, di layanan kesehatan melalui program AJP,masyarakat Kubu paling banyak yang memafaatkan program AJP. Diakui pula, Program AJP dan antar Jenasah ini merupakan program yang diluncurkan dengan memanfaatkan sarana dan prasarana yang sudah ada. "Dengan anggaran yang sudah ada,kita memanfaatkan sarana dan prasarananya untuk dipakai di program AJP, tetapi hingga saat ini masyarakat sudah banyak yang terbantu dengan adanya program ini," ucapnya lagi.

 

Bupati juga menyampaikan tata kelola keuangan daerah yakni dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor galian C. Bupati mengatakan,dibandingkan dengan tahun 2020,PAD dari sektor galian C bisa ditekan tingkat kebocoranya. "Peningkatan PAD dari galian C meningkat hampir 100 persen lebih, bahkan tahun ini kita targetkan meningkatkan lagi," ujarnya. 

 

Dihari ketiga, yakni Selasa (3/5) bupati menyapa dilanjutkan di Kecamatan Abang yang diawali dari Desa Bunutan, Desa Tri Buana,Desa Tiingtali,dan berakhir di Desa Ababi. Hari keempat, Rabu (4/5) bupati menyapa Kecamatan Selat, yang diawali dari Desa Duda,Desa Amertha Bhuana,Desa Peringsari, dan Desa Sebudi. Di kecamatan Selat, para tokoh masyarakat menyampaikan apresiasi atas program-program layanan inovasi bupati Karangasem. Akan tetapi, layanan inovasi seperti AJP perlu ditingkatkan lagi, begitu juga penyelesaian administrasi kependudukan, agar Disdukcapil secepatnya mengirim Kembali berkas ke kantor desa.

Sementara, bupati menyapa bakal berlangsung hingga 8 Mei 2022 mendatang dengan tetap mengundang tokoh masyarakat di kecamatan lainya. Gede Dana mengatakan,bupati menyapa selain mengisi cuti bersama,juga dimaksudkan berdialog dengan masyarakat mengingat sejak dilantik, dirinya belum sempat ke desa-desa lantaran masa pandemi covid-19. W-016. 

 

BERITA TERKINI