JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KARANGASEM
Typography

AMLAPURA-fajarbali.com | Perusahan Umum Daerah (Perumda) Tirta Toh Langkir ditahun 2019 ini menargetkan bisa memasang 1.500 sambungan air bersih untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Saat ini, jumlah pendaftar sambungan MBR baru 1.100 calon pelanggan. Padahal, akhir Januari bulan ini Perumda Tirta Toh Langkir harus sudah menyetor datanya ke pusat sehingga bisa terlaksana tahun 2019 ini. 

Dirut Perumda Tirta Toh Langkri, Gusti Made Singarsi, Rabu (9/1/2019), mengatakan target sambungan untuk MBR ini disiapkan kouta  1.500 sambungan dengan biaya sambungan dari pemerintah pusat. Program sambungan MBR ini pun telah berlangsung tiap tahun sejak tahun 20016 lalu.

Pihaknya, kata Singarsi, juga menyiapkan cadangan 5 persen dari kouta yang disiapkan oleh pemerintah pusat. Sehinga tahun ini, pihaknya mengusulkan 2.000 pelanggan MBR, tetapi yang disetujui oleh pusat hanya 1.500 MBR. "Kita kan mendapat kouta 1.500 sambungan untuk MBR, pendaftaranya kita siapkan cadangan 5 persen," ujar Singarsi. 

Singarsi mengatakan, sambungan air minuk untuk MBR ini, nantinya akan diverifikasi kembali oleh konsultan yang ditunjuk oleh pemerintah pusat. Sehinga, pihaknya pun terlebih dahulu mendata nama-nama pendaftar dengan cara mengecek langsung kebawah, agar nantinya data yang disiapkan ke pusat tidak banyak perubahan. "

Ada kreteria yang mesti dipenuhi, mulai dari Kwh listrik yang di pergunakan dalam keluarga itu,dan keadaan rumah calon penerima apakah rumahnya layak atau tidak," ujarnya lagi. 

Cadangan 5 persen itu, sebut Singarsi, untuk mengantisipasi jika dari 1.500 yang disetorkan ke pusat terdapat tidak memenuhi syarat mendapatkan sambungan air Program MBR. Sehingga tidak mengurangi kouta yang diberikan pusat. MBR, katanya, berlaku untuk seluruh masyarakat Karangasem yang sudah tentu benar-benar kurang mampu. "Biaya sambungan dari pemerintah pusat, kalau 1.500 anggaranya sekitar Rp 4.5 miliar melalui dana hibah air minum," ujarnya lagi. 

Singarsi mengatakan, sebagai perusahan daerah yang bergerak dibidang pengelolaan air bersih ini, pihaknya juga tetap konsisten dalam melakukan perbaikan-perbaikan untuk kepuasan pelanggan. Selain itu, penambahan sumber-sumber mata air juga tetap dilakukan terutama didaerah-daerah yang selama ini kesulitan air bersih.

"Sejak erupsi Gunung Agung yang dibarengi dengan pergantian nama perusahan daerah dari Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) ke Perumda Tirta Toh Langkir beberapa sumber mata air semakin besar," ujarnya. (bud)