JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KARANGASEM
Typography

AMLAPURA-fajarbali.com | Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa melayat ke rumah duka dua warga korban longsor di Dusun  Jatituhu, Desa Ban, Kecamatan Kubu, Karangasem yang terjadi pada Minggu (28/1/2019) malam. 

Kedua warga yang meningga karena tertimbun longsor  tersebut adalah Ni Ketut Puspa Wati (28),  dan Ni Komang Mertini (19)  tertimbun longsor. 

Ni Ketut Puspa Wati meninggal di tempat kejadian sedangkan Ni Komang Mertini  yang kondisinya masih sadar langsung dievakuasi ke Puskesmas Kubu 1 dengan menggunakan mobil pickup milik Warga setempat, sayangnya  Ni Komang Mertini meninggal sesudah mendapatkan penanganan di Puskesmas Kubu I.

Selain korban meninggal dunia terdapat pula korban luka-luka diantaranya, Ketut Sukratawan, Ni Wayan Ari, 9 th , I Kadek Arik Wirawan, 4 th, Kadek Jirna,  Gede Napendra, 10 bulan, Kadek Nitasari, 7 th, I Nyoman Andre, 12 th, Nengah Darpa, 30 th, Ni Nyoman Wagi, 30 th, Kadek Sintya, 4th, I Nengah Suarta, 27 th, Ni Nyoman Mariani, 25 th.

Wakil Bupati Karangasem I Wayan Arha Dipa, Senin (28/1/2119) dalam kesempatan tersebut menyerahkan sejumlah bantuan diantaranya selimut, matras dan perlengkapan lainnya untuk digunakan selama proses evakuasi serta bantuan berupa smbako dan makanan ringan kepada para korban.

Wayan Artha Dipa turut berduka cita atas korban yang meninggal dan berharap keluarga yang ditinggalkan tetap tabah. Wabup Artha Dipa meminta agar warga sekitar tetap waspada, jika berada di daerah rawan longsor,masyarakat diminta mengungsi terlebih dahulu.

"Tadi kami sudah melihat-lihat kondisi tanah longsornya. Kita semua tidak tahu kapan bencana akan terjadi,apalagi sekarang musim hujan. Ikhlaskan harta benda yang rusak,harta bisa dicari,yang penting selamatkan diri dulu," ujarnya. 

Artha Dipa telah meminta kepada Dinas Kesehatan beserta jajaran, Direktur Rumah sakit, Dinas Sosial, BPBD agar masalah ini mendapat perhatian penuh oleh Pemerintah Daerah dan jika ada masalah agar segera dikoordinasikan dengan baik, sehingga masyarakat mendapat pelayanan yang memadai. 

Sementara terkait dengan lokasi rumah yang kena longsor, Artha Dipa mengatakan, bahwa mereka tinggal di tanah sangat labil dan lokasi tidak layak untuk dibangun rumah karena sangat berbahaya. Ia pun telah meminta kepada kepala Desa agar kedepan direlokasi saja.

"Kalau memungkinkan, buat model pemukiman yang aman dan ngelompok disuatu tempat, pilih yang tidak rawan longsor. Saya melihat masih ada lokasi yang memadai di sekitar itu. Kita mengutamakan keselamatan jiwa, walau harus sedikit jauh dari tempat bertani (kisaran 500 meter)," ujar Artha Dipa. (bud)