JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KARANGASEM
Typography

AMLAPURA-fajarbali.com | Para orang tua siswa di kecamatan Abang, Karangasem mulai resah dengan adanya sistem zonasi untuk mencari sekolah SMA Negeri. Penyebabnya, di Kecamatan Abang hanya ada satu Sekolah Negeri yakni SMKN 1 Abang.

Sedangkan untuk SMA negeri sama sekali tidak ada, dan hanya ada sekolah SMA swasta. Akibatanya, para tamatan SMP di Kecamatan Abang kesulitan melanjutkan pendidikanya ke jenjang SMA. 

Kondisi ini dikeluhkan ketua Fraksi PDI Perjuangan yang juga anggota komisi IV DPRD Karangasem, I Gede Dana, Selasa (2/7) kemarin. Menurut Gede Dana, pihakanya banyak menerima keluhan atas sistem zonasi ini. Sebelumnya, kata Gede Dana, para siswa yang baru tamat di Enam SMPN di Abang banyak yang bersekolah di SMAN 1 Amlapura, SMAN 2 Amlapura dan ada yang yang sampai ke kecamatan Kubu yakni SMAN 1 Kubu. "Sekarang tentu mereka kesulitan untuk melanjutkan ke keluar kecamatan Abang," ujar Gede Dana. 

Secara khusus, Gede Dana yang juga ketua DPC PDI Perjuangan Karangasem ini meminta Disdikpora Provinsi Bali mencarikan solusi atas kondisi ini. Iabjuga mengatakan, anak didik yang baru tamat SMP dan hendak melanjutkan jangan sampai tidak mendapat sekolah. Jika itu terjadi, harapan Gubernur Bali menjalankan program wajib belajar 9 tahun bisa gagal karena ini. "Kalau mereka tidak diberikan kesempatan belajar, SDM kita akan semakin mundur," ujarnya. 

Di kecamatan Abang sendiri, kata Politisi asal Desa Datah, kecamatan Abang, terdapat enam SMPN. Sementara SMA Negeri belum ada sama sekali, dan hanya ada satu SMKN 1 Abang. Selebihnya ada dua SMA swasta. Dibandingkan dengan jumlah angkatan yang lulus SMP, diperkirakan mencapai 900 orang pertahun. "Kalkulasinya itu dari enam SMPN, mau dibawa kemana mereka jika tidak di fasilitasi," ujarnya lagi. 

Gede Dana juga mengatakan, sistem zonasi sangat bagus untuk pemerataan pendidikan. Akan tetapi,perlu pencermatan yang lebih mendalam dan diformulakan dengan baik. Jangan sampai, ada anak didik yang tidak bersekolah karena tidak tertampung. "Dari waktu ini banyak Perbekel dan orang tua minta di fasilitasi, karena anak-anaknya terbentur zonasi, sedangkan di Abang hanya ada satu SMKN saja," ujarnya. 

Hal serupa juga dikatakan anggota DPRD lainya asal kecamatan Abang, yakni I Nyoman Mardana Wimbawa. Politisi Golkar ini mengatakan, dengan penerapan zona ini, angkatan lulusan SMP di Abang akan kesulitan mencari sekolah di luar Abang. "Melihat jarak antara Abang dan Karangasem sangat jauh, tentu mereka kesulitan," ujarnya. (bud)