KARANGASEM
Typography

AMLAPURA-fajarbali.com | Sebanyak 28 desa dari 75 desa di Karangasem dengan serapan dana desa tergolong masih rendah. Terbanyak  desa yang serapanya masih rendah berada di kecamatan Sidemen dengan 8 desa. Hal itu terungkap saat Evaluasi anggaran serapan dana desa di wantilan kantor bupati Karangasem, Kamis (8/8).

Rapat evaluasi anggaran dana desa dipimpin kepala Dinas PMD, I Nengah Mindra, serta dihadiri Perbekel se-Karangasem. Nengah Mindra, mengakui, 28 desa di Karangasem serapan anggaran dana Desa masih kurang dari 75 persen. Pihaknya mengatakan, evaluasi ini juga untuk mendengar keluhan Perbekel kenapa serapan anggaranya rendah. "Kita ingin mengetahui apakah karena salah perencanaan atau yang lainya," ujar Mindra usai rapat. 

Mindra mengatakan, sebagian besar rendahnya serapan anggaran dana desa kurangnya perencanaan. Salah satu contohnya, merancang pembangunan tetapi tanah yang belum bisa di bebaskan sehingga anggaranya pun tidak bisa dipergunakan. "Sebagian besar karena perencanaan yang kurang matang," ujarnya. 

Dikatakan Mindra, realisasi serapan anggaran semestinya diatas 75 persen. Tetapi, 28 desa tersebuu serapanya dibawah 75 persen, bahkan ada desa serapan anggaranya mencapai 16 persen. Mindra mengatakan, ke 28 desa tersebut 8 desa di kecamatan Sidemen, lima desa di Kecamatan Manggis, dan Kubu, tiga desa di kecamatan Abang dan Bebandem, dan masing-masing dua desa di Kecamatan Rendang dan Karangasem. "Kecamatan Selat serapan angaranya diatas 75 persen semua," ujarnya lagi. 

Selain evaluasi terhadap serapan anggaran dana desa, pihaknya juga meminta agar Perbekel di 21 Desa yang menggelar Pilkel untuk tetap merancang APBDes Perubahan sebelum Perbekel mengajukan cuti. Sehingga, meski nanti Perbekel telah usai menjabat tidak terpengaruh dengan program pembangunan. "Makanya kita dorong sebelum mereka ikut tarung lagi, agar APBDes sudah selesai," ujar Mindra. (bud)