JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KARANGASEM
Typography

AMLAPURA-fajarbali.com | Keluarga pasangan Made Sudarsa, dan Ni Made Sukerti hanya bisa pasrah melihat kondisi anak ke empatnya, I Ketut Pica (19).

Selain memiliki kekurangan sejak lahir, kini ditambah lagi dengan penyakit yang tidak diketahui, yang menyerang bibirnya. Sejak dua tahun terakhir, bibirnya pun kian membengkak tanpa diketahui penyebabnya. 


Ni Made Sukerti menceritakan, kondisi putranya ini terkena penyakit misterius berawal dari bibir sang anak membengkak kecil seperti tersengat serangga. Akan tetapi, makin hari bengkak semakin membesar, sampai membuat anaknya itu sulit bernafas. "Kondisinya sudah sejak dua tahun terakhir, selain di bawa ke medis, kami pun sudah berulang kali bawa ke orang pintar, hasilnya nihil," ujar Sukerti, warga asal Banjar Werdhi Arsa, Lingkungan Karangsokong, kelurahan Subagan.


Dikatakanya,karena terus membengkak itu,  keluarga pun membawa ke seorang doker. Oleh dokter disebutkan  bengkak karena inpeksi. Pun pihaknya sudah berulang kali membawa si anak ke RSUD Karangasem, bahkan sampai ke RSUP Sanglah. Di RSUD Karangasem dinyatakan tidak memiliki alat, sedangkan di RSUP Sanglah disebut oleh dokter tidak ditemukan penyakitnya. "Sempat dua hari opname di RS Sanglah, katanya tidak ditemukan penyakit apa, ya kami pulang," ujarnya. 


Sukerti juga menceritakan, terkadang dari bibirnya itu keluar darah terus ketika malam. Karena tidak bisa bicara, Pica cuma bisa meronta-ronta kesakitan. Anehnya, untuk makan si anak disebutkan tidak mengalami kendala. "Kalau makan biasa, cuma ketika malam kadang keluar darah, sempat bawa ke UGD," ujarnya lagi. 


Pihaknya berharap, Ketut Pica mendapatkan penanganan untuk menghilangkan bengkak pada bibirnya itu. "Kami juga bingung penyakitnya, dia memang ada kelainan sejak kecil, sempat sekolah di SLB sampai SMP, karena sakitnya itu akhirnya berhenti sekolah," ucap Sukerti yang sehari-harinya berjualan bunga dan canang di Pasar Karangsokong. w-016.